Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, China Bangun RS 1.500 Kamar dalam 5 Hari

- Publisher

Senin, 18 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(YANG SHIYAO/XINHUA via AP PHOTO)

(YANG SHIYAO/XINHUA via AP PHOTO)

Pada Sabtu (16/1/2021), pemerintah kota Beijing mengatakan para pelancong yang tiba di ibu kota China dari luar negeri akan diminta untuk menjalani “pemantauan medis” tambahan selama seminggu setelah karantina 14 hari tetapi tidak memberikan rincian.

Secara nasional, Komisi Kesehatan melaporkan 130 kasus baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam hingga tengah malam Jumat (15/1/2021). Dikatakan 90 kasus diantaranya berada di Hebei.

Pada Sabtu juga, pemerintah Hebei melaporkan 32 kasus tambahan sejak tengah malam, menurut kantor berita Shanghai The Paper.

BACA JUGA:  Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di Bangkok

Di Shijiazhuang, pihak berwenang telah menyelesaikan pembangunan 1.000 kamar rumah sakit yang direncanakan. Menurut kantor berita Xinhua semua fasilitas akan selesai dalam waktu seminggu.

Program serupa pembangunan rumah sakit cepat diluncurkan oleh Partai Komunis yang berkuasa pada awal wabah tahun lalu di Wuhan.

10 Juta Tes Covid-19

Lebih dari 10 juta orang di Shijiazhuang menjalani tes Covid-19 pada Jumat malam, menurut wakil walikota, Meng Xianghong. Dikatakan 247 kasus yang ditularkan secara lokal ditemukan.

BACA JUGA:  Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Sebelumnya China juga pernah membangun rumah sakit dengan cepat. Seperti dikutip dari BBC, 31 Januari 2020, sebuah rumah sakit di Beijing dibangun dalam 7 hari pada 2003.

Seorang senior fellow di global health at the Council on Foreign Relations, Yanzhong Huang, mengatakan China dapat membangun rumah sakit dengan cepat karena menggunakan pendekatan mobilisasi dari atas ke bawah.

BACA JUGA:  Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat, Guyur Warga dan Kebun

Mereka dapat mengatasi birokrasi dan kendala keuangan serta memobilisasi semua sumber daya.

Huang mengatakan bahwa para insinyur didatangkan dari seluruh negeri untuk menyelesaikan konstruksi tepat waktu.

“Pekerjaan teknik adalah keahlian China. Mereka memiliki catatan dalam membangun gedung pencakar langit dengan cepat. Ini sangat sulit dibayangkan oleh orang Barat. Itu bisa dilakukan,” tambahnya. (RWH/Kompas)

Berita Terkait

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:36 WIB

Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina

Jumat, 25 September 2026 - 08:12 WIB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB

Selasa, 15 September 2026 - 07:49 WIB

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Minggu, 13 September 2026 - 12:32 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Berita Terbaru