Projo Gaungkan Semangat untuk Maju

- Publisher

Rabu, 24 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengajak seluruh komponen bangsa memperbarui semangat produktif dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan menyambut perubahan pasca pandemi.

Ketua umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan saat ini momentum yang tepat untuk bergerak kembali setelah setahun lebih pandemi Covid-19.

Budi Arie menjelaskan Projo lahir dari gerak dinamis rakyat. Dalam Kongres Projo 2019, temanya bergerak untuk maju.

“Maka pada 2024 nanti, Projo akan tetap setia di garis rakyat,” kata Budi Arie Setiadi dalam peresmian renovasi Kantor DPP Projo di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, Rabu (24/02/2021) sore.

BACA JUGA:  Begini Peran Kominfo dalam Satgas Pemberantasan Judi Online
Ketua umum Projo Budi Arie (kiri) dan Dewan Pembina Projo Moeldoko memotong tumpeng, dan didamping Sekretaris jenderal Projo Handoko (kanan). (ist)

Projo, lanjut Budi Arie, dapat mewarnai pemerintahan juga di BUMN sebagai komisaris-komisaris atau direksi dari pusat sampai daerah.

“Projo still together, still going strong,” kata Budi Arie Setiadi.

Sementara itu, Dewan Pembina Projo Moeldoko mengatakan Projo sebagai satu-satunya relawan Jokowi yang tidak pernah berhenti bergerak dan bersemangat. Jika melihat corporate culture yang dibangun oleh Budi Arie cs berhasil untuk menunjukkan jati diri.

BACA JUGA:  Simak Disini! Aturan Jam Kerja Baru PNS Selama Ramadhan

“Kalau orang melihat, itu pasti Projo. Dari internal juga kita mengatakan, ini gua Projo,” kata Kepala Staf Presiden ini 

Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi ingin tidak ada satu pun orang Indonesia yang tertinggal. Kemudian pemerintah menangani penanganan stunting dan menggenjot KIP.

Ketua umum Projo Budi Arie Setiadi (kiri) dan Sekretaris jenderal Projo Handoko (kanan) menyambut kedatangan dewan pembina Projo Moeldoko (tengah). (ist)

Berikutnya adalah Indonesia yang demokratis. Demokrasi sebagai alat bukan tujuan. Aspek HAM dan lingkungan mendapat fokus dalam pembangunan.

BACA JUGA:  Cerita Pilu 2 PMI Unprosedural di Riyadh Saudi kepada Satgas P2MI PROJO

Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. “Tidak ada istilah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujarnya.

Moeldoko juga menekankan bahwa Indonesia menghadapi revolusi Industri 4.0. Presiden Jokowi sangat mengupayakan Indonesia survive.

Untuk Covid-19 pemerintah telah mengeluarkan anggaran Rp 600 triliun. “Kata Presiden bisa untuk membangun dua ibu kota negara.”

Moeldoko mengatakan dalam penanganan Covid-19, Projo mesti mensosialisasikan vaksinasi nasional. Jika ada masyarakat yang belum menerima vaksin segera akan ditangani.

“Saya ingin teman-teman menyuarakan ini. Perjuangan tidak pernah sia-sia,” kata Moeldoko. (RD/Tribunnews)

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru