Minggu, 18 April 2021
Ikuti Kami di :
24 Feb 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengajak seluruh komponen bangsa memperbarui semangat produktif dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan menyambut perubahan pasca pandemi.

Ketua umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan saat ini momentum yang tepat untuk bergerak kembali setelah setahun lebih pandemi Covid-19.

Budi Arie menjelaskan Projo lahir dari gerak dinamis rakyat. Dalam Kongres Projo 2019, temanya bergerak untuk maju.

“Maka pada 2024 nanti, Projo akan tetap setia di garis rakyat,” kata Budi Arie Setiadi dalam peresmian renovasi Kantor DPP Projo di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, Rabu (24/02/2021) sore.

Ketua umum Projo Budi Arie (kiri) dan Dewan Pembina Projo Moeldoko memotong tumpeng, dan didamping Sekretaris jenderal Projo Handoko (kanan). (ist)

Projo, lanjut Budi Arie, dapat mewarnai pemerintahan juga di BUMN sebagai komisaris-komisaris atau direksi dari pusat sampai daerah.

“Projo still together, still going strong,” kata Budi Arie Setiadi.

Sementara itu, Dewan Pembina Projo Moeldoko mengatakan Projo sebagai satu-satunya relawan Jokowi yang tidak pernah berhenti bergerak dan bersemangat. Jika melihat corporate culture yang dibangun oleh Budi Arie cs berhasil untuk menunjukkan jati diri.

“Kalau orang melihat, itu pasti Projo. Dari internal juga kita mengatakan, ini gua Projo,” kata Kepala Staf Presiden ini 

Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi ingin tidak ada satu pun orang Indonesia yang tertinggal. Kemudian pemerintah menangani penanganan stunting dan menggenjot KIP.

Ketua umum Projo Budi Arie Setiadi (kiri) dan Sekretaris jenderal Projo Handoko (kanan) menyambut kedatangan dewan pembina Projo Moeldoko (tengah). (ist)

Berikutnya adalah Indonesia yang demokratis. Demokrasi sebagai alat bukan tujuan. Aspek HAM dan lingkungan mendapat fokus dalam pembangunan.

Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. “Tidak ada istilah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujarnya.

Moeldoko juga menekankan bahwa Indonesia menghadapi revolusi Industri 4.0. Presiden Jokowi sangat mengupayakan Indonesia survive.

Untuk Covid-19 pemerintah telah mengeluarkan anggaran Rp 600 triliun. “Kata Presiden bisa untuk membangun dua ibu kota negara.”

Moeldoko mengatakan dalam penanganan Covid-19, Projo mesti mensosialisasikan vaksinasi nasional. Jika ada masyarakat yang belum menerima vaksin segera akan ditangani.

“Saya ingin teman-teman menyuarakan ini. Perjuangan tidak pernah sia-sia,” kata Moeldoko. (RD/Tribunnews)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x