Pada 2013, sebagaimana diberitakan detikcom, Nurdin dimasukkan dalam 19 tokoh alternatif menurut Komunike Bangsa Peduli Indonesia (KBPI) yang digagas pengusaha senior Sofjan Wanandi. Ia disebut sebagai figur capres alternatif. Sejajar dengan tokoh bereputasi seperti Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, Chairul Tanjung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Kena OTT, Ini Kronologinya
Pria bergelar profesor ini juga berhasil membuat Bantaeng memenangkan Piala Adipura empat tahun berturut-turut.
Pada 2015, sebagaimana diberitakan detikcom, Nurdin dianugerahi ‘Tokoh Perubahan’ oleh media Republika bersama kepala daerah lain termasuk Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, Din Syamsuddin, dan tokoh berprestasi lainnya. Saat pemberian penghargaan berlangsung, Taufikurrahman Ruki yang menjadi Ketua KPK turut hadir bersama pejabat lainnya, termasuk Kapolri saat itu yakni Jenderal Badrodin Haiti hingga Ketua DPD saat itu, Irman Gusman. Nama terakhir belakangan juga kena OTT KPK.
Nurdin Abdullah juga pernah diganjar penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) tahun 2017. Perkumpulan BHACA adalah organisasi non-profit yang sadar mengenai bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan berbangsa. Perkumpulan itu berdiri pada 9 April 2003. Tokoh-tokoh yang pernah mendapat BHACA antara lain Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi Wali Kota Solo hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Pada 2020, sebagaimana dilansir Antara, Nurdin juga diberi penghargaan sebagai gubernur peduli olahraga versi Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Pusat pada ajang Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI 2020 di Jakarta. 16 Desembor 2020.
Profil Nurdin Abdullah
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















