Ini Seragam Baru Kopassus yang Sulit Terdeteksi Musuh, Gahar!

- Publisher

Selasa, 20 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Twitter @hfnz9)

(Twitter @hfnz9)

INIKEPRI.COM – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terus mengembangkan kemampuannya di medan operasi di usianya yang menginjak 69 tahun. Untuk mendukung keberhasilan pasukan baret merah dalam menjalankan tugasnya, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kopassus saat ini sedang mengembangkan seragam baru.

Seragam loreng Perang Hutan Darah Mengalir (PHDM) pasukan elite yang memiliki motto Tribuana Chandraca Satya Dharma ini berbeda dengan seragam sebelumnya. Dari segi corak dan warna, seragam baru ini lebih didominasi warna hijau lumut dengan sedikit warna merah darah mengalir sehingga sangat cocok untuk berkamuflase di hutan.

BACA JUGA:  Rizieq Dihukum Dua Kali Lipat Hukuman Ahok, Netizen: Karma is Real

Seragam baru pasukan yang bermakas di Cijantung, Jakarta Timur ini juga disesuaikan dengan geografi Indonesia yang memiliki banyak hutan.

BACA JUGA:  Indonesia Terima Bantuan Ventilator dari Amerika Serikat

Dengan menggunakan seragam baru tersebut, praktis pergerakan prajurit Kopassus sangat sulit dideteksi oleh musuh. Dengan begitu, tingkat keberhasilan dalam menjalankan misi akan lebih tinggi dan keselamatan prajurit yang diturunkan di medan tempur akan lebih terjamin.

BACA JUGA:  BAKTI Kominfo Teken Kontrak Operasional BTS 4G dengan Tiga Konsorsium

“Seragam ph (perang hutan) hasil riset anggota,” ujar Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus Letkol Inf. Achmad Munir singkat, Senin (19/4/2021), dilansir dari laman Okezone.

Berita Terkait

Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri
KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah
Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam
Terpidana Kasus Quotex Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat Sejak 6 April 2026
Kepala BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Zat Narkotika Mengejutkan
LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026! Mahasiswa S1 Bisa Langsung ke S2, Ini Rincian Dana Lengkapnya
BRIN: Benda Terang di Langit Lampung dan Banten Sampah Antariksa
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB

Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi

Jumat, 17 April 2026 - 06:59 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Senin, 13 April 2026 - 16:18 WIB

KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 08:00 WIB

Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam

Jumat, 10 April 2026 - 06:21 WIB

Terpidana Kasus Quotex Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat Sejak 6 April 2026

Berita Terbaru