Ada di 800 Meter, Kondisi KRI Nanggala Disebut Sudah Berantakan Tak Karuan

- Publisher

Minggu, 25 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

Lebih jauh, Soleman lantas mengurai bukti kalau KRI Nanggala sudah berantakan. Yakni soal temuan bahan bakar alias ceceran minyak yang sudah keluar. Padahal minyak itu tentu berada di dalam tangki. Lantaran sifat cairan minyak yang ringan, maka dia kemudian naik ke permukaan.

“Nanti juga akan naik kasur, dan barang-barang ringan lainnya kalau tidak tertahan badan kapal. Pasti barang-barang itu naik ke permukaan. Kalau sudah begitu, berarti memang benar kalau KRI Nanggala sudah pecah di bawah air,” tutur dia lagi.

BACA JUGA:  Ketua MUI Tanjungbalai Pengunggah Foto Ma`aruf Amin-Kakek Sugiono Akhirnya Ditangkap

Soleman bilang, memang ada beberapa penyebab proses penyelamatan tak bisa dilakukan. Salah satunya jika anak buah di dalam kapal selam sudah tak bisa apa-apa. Sebab untuk menggunakan berbagai alat evakuasi, harus melibatkan peran mereka.

Sebut saja, membuka pintu keluar, itu harus dari dalam. Karena pintu memang dikunci dari dalam. Apabila tak bisa dibuka, maka akan susah.

BACA JUGA:  Masa Pandemi: Pesanan Peti Mati Naik dari 150 Jadi 1.000 per Bulan

“Nah kalau bisa membuka, mereka harus keluar satu-satu pakai baju alat khusus. Tetapi itupun baru pernah dicoba cuma sampai kedalaman 50 meter, kalau 100 meter di bawah laut enggak tahu masih kuat enggak dengan pakaian penyelamat itu, atau apalagi 800 meter.”

Selain itu, ada juga fitur rescue yang berada di atas Nanggala. Namun lagi-lagi tentu bisa dipakai jika para awak bisa membuka lubang di atas. Karena semua dikunci dari dalam. Dan selanjutnya, yang mungkin akan menambah sulit ditemukan, adalah jika kapal itu tengah mengaktifkan fitur siluman.

BACA JUGA:  Begini Firasat Ibu Awak KRI Nanggala-402 di Bojonegoro

Sebab kapal selam memang didesain sulit ditemukan. “Makanya ini seperti senjata makan tuan, dan ini salah satu kesulitannya,” kata dia. (RM/Hops)

Berita Terkait

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI
Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026
ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Berita Terbaru