“Justru langkah pelaporan pemidanaan terhadap Budi Arie Setiadi secara terang benderang sebagai bentuk antikritik dan antidemokrasi Partai Demokrat-nya AHY,” kata Hendrik.
Menurutnya, selama ini, publik mencatat sekian banyak pernyataan terbuka sejumlah pimpinan partai tersebut yang cenderung menyerang karakter seseorang secara negatif dan berlebihan.
“Terhadap Presiden Jokowi, salah seorang petinggi partai itu pernah menyebutnya sebagai “bebek lemah”. Yang lain menyebutnya bapak babi panggang (bipang), serta mengaitkan kebijakannya dengan profesi Jokowi sebelumnya sebagai tukang mebel,” tutur Hendrik.
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS merespons soal memanasnya kasus karikatur unggahan Wamendes Budi Arie yang bikin “baper” kader Partai Demokrat.
Menanggapi hal itu, Fernando menyoroti kepemimpinan AHY selaku Ketum Partai Demokrat dalam membina anak buahnya.
“Itu lah, kalau memiliki pemimpin yang belum akil balig secara politik, karikatur yang bias itu malah dibikin baper sendiri,” kata Fernando dilansir dari GenPI.co, Senin (2/8/2021).
Fernando menyoroti beberapa waktu ke belakang Demokrat memang seperti sedang disibukkan dengan karikatur unggahan Budi Arie.
Pengamat politik ini mengatakan kalau secara berkeroyok anak buah AHY itu melaporkan Wamendes tersebut ke kepolisian.
“Karikatur yang diunggah oleh Budi bukanlah ditujukan ke Demokrat,” kata Fernando.
Dalam analisis Fernando, dirinya tidak menemukan adanya kata partai di karikatur tersebut. Itu artinya, makna karikatur itu sangat luas.

















