Profil Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh al-Thalib yang Ditangkap Arab Saudi

- Publisher

Kamis, 11 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh al-Thalib / Foto: Youtube

Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh al-Thalib / Foto: Youtube

INIKEPRI.COM – Penangkapan Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh al-Thalib oleh otoritas Arab Saudi pada 2018 mengejutkan banyak orang di penjuru dunia.

Penangkapan itu diungkap kelompok aktivis Prisoners of Conscience. Prisoners of Conscience merupakan kelompok yang memantau dan mendokumentasikan penangkapan para pengkhotbah dan ulama Arab Saudi.

Penangkapan itu terjadi pada 19 Agustus 2018. Sheikh Saleh al-Thalib ditangkap setelah menyampaikan dakwah yang mengkritik acara publik yang mencampurkan kaum wanita dan pria.

BACA JUGA:  Indonesia dan Negara OKI Walkout dari Sidang PBB, Protes Pidato PM Israel

Media Timur Tengah, Khaleej melaporkan bahwa dalam ceramahnya, Thalib mencemooh pembauran lelaki dan perempuan yang bukan muhrim dalam konser dan acara hiburan lainnya.

Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap Kerajaan Arab Saudi, namun kerajaan Arab Saudi telah melonggarkan aturan mengenai kehadiran wanita di acara publik.

BACA JUGA:  Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo yang Hadiri Langsung Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

Beberapa saat setelah penangkapan Sheikh Saleh al-Thalib, akun Twitternya yang berbahasa Arab dan Inggris telah dinonaktifkan.

“Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al Thalib, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di depan umum!” tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya, @m3takl_en saat itu.

BACA JUGA:  Kepala Perempuan Ini Ditusuk Paku Agar Lahirkan Bayi Laki-laki

Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, “Pihak kerajaan melihat semua orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian.”

“Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara, bahkan mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini tidak aman,” ujar dia, yang dilansir Kamis (23/8/2018).

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru