Makin Bertambah, Konfirmasi Omicron RI Jadi 318 Orang!

- Publisher

Minggu, 9 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus Omicron. Foto: Istimewa

Ilustrasi virus Omicron. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kasus konfirmasi Omicron di Indonesia kembali bertambah. Tercatat penambahan kasus sebanyak 57 orang, sehingga total kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air mencapai 318 orang per Jumat (7/1/2022).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penambahan 57 orang terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri.

Secara keseluruhan kasus transmisi lokal Omicron berjumlah 23 orang, sementara kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

BACA JUGA:  Dua Pasien COVID-19 Konfirmasi Omicron Meninggal Dunia

Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kebanyakan dari kasus konfirmasi Omicron juga tercatat tertular kepada warga yang sudah lengkap vaksinasi COVID-19.

“Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat COVID-19,” kata siaran pers Kemenkes, Sabtu (8/1/2022).

BACA JUGA:  Buruan Daftar! Kominfo Buka Pelatihan GTA Gelombang I untuk ASN

Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Sementara 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen. Namun dari hasil pemantauan, sebagian besar pasien memiliki kondisi ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek.

BACA JUGA:  Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan akan terus meluas. Di Indonesia, Omicron tercatat pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terbaru