Singapura Darurat COVID-19: 5.207 Kasus Baru dan 1 Meninggal

- Publisher

Minggu, 30 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapura menemukan penularan lokal virus Omicron. Foto: GETTY IMAGE

Singapura menemukan penularan lokal virus Omicron. Foto: GETTY IMAGE

INIKEPRI.COM – Singapura kembali melaporkan 5.207 kasus baru COVID-19 pada Sabtu (29/1) siang, terdiri dari 4.959 kasus transmisi lokal dan 248 kasus impor.

Berdasarkan data statistik infeksi terbaru di web Kementerian Kesehatan (MOH) juga terdapat satu kematian.

Imbasnya, jumlah kematian akibat virus corona di Negera berbatasan dengan Kota Batam itu menjadi 854.

“Tingkat pertumbuhan infeksi mingguan tetap di 2,24%,” ungkap laporan yang dikutip channelnewsasia via CNBCINDONESIA, Minggu (30/1/2022).

BACA JUGA:  COVID Menggila, Rumah Sakit di Singapura Terancam Kolaps

Adapun secara rinci, kasus baru diumumkan pada 29 Januari mencapai 5.207.

Kasus yang dikonfirmasi sejauh ini 343.832, pasien yang masih dirawat di rumah sakit 656 dan korban meninggal 854.

Di bawah pendekatan baru Depkes dalam menyajikan angka infeksi, jumlah kasus harian mencakup jumlah kasus Protokol 2, yaitu mereka yang baik atau dinilai memiliki kondisi ringan.

BACA JUGA:  COVID-19 'Meledak Lagi' di Singapura, Tembus 6.000 Kasus Sehari

Di antara kasus yang dilaporkan pada hari Sabtu, 3.475 adalah infeksi Protokol 2, terdiri dari delapan kasus impor dan 3.467 kasus lokal.

1.732 kasus lainnya dikonfirmasi melalui tes reaksi rantai polimerase (PCR), 240 di antaranya infeksi impor dan 1.492 lokal. Hingga Sabtu, Singapura telah mencatat 343.832 kasus COVID-19 sejak awal pandemi.

BACA JUGA:  Ka'bah Dicuci Hari ini, Dipimpin Gubernur Mekkah

Sementara itu dir rumah sakit, setidaknya ada 656 pasien dan 49 membutuhkan oksigen, serta 13 pasien berada di unit perawatan intensif.

Hingga Sabtu, sebanyak 92% dari populasi Singapura yang memenuhi syarat telah menyelesaikan rejimen vaksinasi penuh mereka di bawah program vaksinasi nasional. Sekitar 58% dari total populasi telah menerima suntikan booster vaksin mereka. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru