Presiden MBM Malaysia dan Ketum KNPI Silaturahmi ke Bamsoet, Ini yang Dibahas

- Publisher

Selasa, 12 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPP KNPI bersama organisasi kepemudaan di Malaysia MBM melakukan pertemuan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo di kantornya. Foto: Ist

DPP KNPI bersama organisasi kepemudaan di Malaysia MBM melakukan pertemuan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo di kantornya. Foto: Ist

INIKEPRI.COM – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) bersama Majlis Belia Malaysia (MBM) melakukan pertemuan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo ( Bamsoet ). Pertemuan itu dilakukan di Kantor Bamsoet Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Senin 11 April 2022.

“Saya dan Presiden Majlis Belia Malaysia (MBM) Mohd Izzat Afifi Abdul Hamid melakukan pertemuan dengan Ketua MPR Pak Bamsoet untuk membicarakan sejumlah hal,” kata Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama dalam keterangannya, dilansir dari SINDONEWS, Selasa (12/4/2022)

Salah satunya, kata Haris, yakni membahas hubungan kerja sama pemuda Indonesia Malaysia yang sudah lama terjalin, yaitu Dialog Malindo. Selain itu juga membahas Kongres Pemuda XVI DPP KNPI di Maluku Utara pada 15 hingga 22 Mei 2022.

“Pak Bamsoet juga sangat mendukung penuh terselenggaranya Kongres Pemuda di Maluku Utara,” ucapnya.

BACA JUGA:  Presiden Menerbitkan Keppres Penetapan Berakhirnya Status Pandemi COVID-19

Dialog Malindo, kata dia pernah dilakukan pada 2018. Namun, hal itu akan dilakukan kembali.

“Dialog Malindo terakhir digelar 2018, oleh karena itu DPP KNPI dan MBM berinisiasi untuk menggelar dialog tersebut,” sambung Haris.

Ketua bidang Pemuda dan Olahraga Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini mengatakan, Bamsoet menyambut baik usulan kedua organisasi kepemudaan terbesar di Malaysia dan Indonesia tersebut.

“Alhamdulillah, Pak Bamsoet mengapresiasi dan akan mendukung penuh,” tutup Haris.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong agar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meningkatkan hubungan kepemudaan dengan Majlis Belia Malaysia (MBM) dalam bentuk dialog maupun berbagai kemitraan lainnya.

“Peningkatan hubungan people to people contact melalui para pemuda sangat penting agar kedua negara bisa senantiasa menjaga kedamaian dan bisa menghadapi bersama berbagai gangguan yang datang,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo di Jakarta, dilansir dari OKEZONE, Selasa (12/4/2022).

BACA JUGA:  Tembaki Polisi di Tol, 6 Pendukung Rizieq Tewas

Bamsoet berharap, KNPI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Haris Pertama bersama Majlis Belia Malaysia (MBM) di bawah kepemimpinan Presiden Mohd Izzat Afifi senantiasa meningkatkan hubungan kepemudaan antara Malaysia dengan Indonesia (Malindo) dalam bentuk dialog maupun berbagai kemitraan lainnya.

Mengingat kedua negara memiliki populasi pemuda yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara, yakni sekitar 213 juta jumlah pemuda di kawasan ASEAN, Indonesia dan Malaysia menjadi penyumbang terbesarnya. Indonesia dengan sekitar 145 juta pemuda, Malaysia dengan sekitar 24 juta pemuda.

“Selain bertetangga karena jaraknya yang berdekatan, hubungan Indonesia dan Malaysia juga dikuatkan sebagai negara serumpun yang memiliki banyak kesamaan, baik dari latar belakang budaya maupun penggunaan bahasa sehari-hari,” tuturnya usai menerima pengurus KNPI dan pengurus MBM, di Jakarta.

BACA JUGA:  Ketum KNPI Haris Pertama Gaungkan #TidakPercumaLaporPolisi Usai Ferdinand Ditahan

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai organisasi kepemudaan di masing-masing negara, KNPI dan MBM harus bisa menjadi lokomotif memajukan pemuda Asia Tenggara agar senantiasa menjadi Macan Asia.

Sebagai kawasan yang paling stabil di dunia, tanpa pernah ada intervensi militer maupun gonjang-ganjing lainnya yang mengganggu stabilitas kawasan, masa depan ASEAN yang damai bukanlah semata terletak pada kekuatan ekonomi, sosial, budaya, maupun militer-nya. Melainkan terletak pada para pemudanya.

“Penguatan kepemudaan juga menjadi modal utama bagi ASEAN agar bisa berperan aktif di kawasan Indo-Pasifik. Mengingat berbagai tantangan yang dihadapi kedepannya akan sangat besar. Seperti klaim China terhadap Laut China Selatan hingga dampak ketegangan yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina,” tutup Bamsoet. (MIZ)

Berita Terkait

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital
MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Berita Terbaru