Di El Salvador, Jual Beli di Pasar Kaki Lima Bisa Pakai Uang Kripto

- Admin

Senin, 20 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di El Salvador, Jual Beli di Pasar Kaki Lima Bisa Pakai Uang Kripto. Foto: Istimewa

Di El Salvador, Jual Beli di Pasar Kaki Lima Bisa Pakai Uang Kripto. Foto: Istimewa

Pemerintah El Salvador sebenarnya tidak berencana untuk memaksa bisnis menerima Bitcoin. Meski, regulasi soal ini sudah ada.

Uang tunai masih berkuasa di sini, dengan lebih dari setengah warga El Salvador tidak punya rekening bank. Presiden Bukele telah menyalurkan USD 200 juta (Rp 2,9 triliun) dana publik ke dalam aplikasi dompet Bitcoin bersubsidi. Namanya Chivo.

Siapa pun yang mengunduh aplikasi tersebut mendapatkan USD 30 (Rp 450.000) dalam bentuk Bitcoin ketika mendaftar. Sehingga aplikasi ini diunduh empat juta kali di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa.

Namun banyak orang menggunakan aplikasi ini untuk transaksi dalam dolar, bukan Bitcoin. Cara ini sering digunakan. Misalnya oleh orang-orang yang bekerja di luar negeri dan mengirim uang ke keluarga mereka di rumah, karena tidak ada komisi atau biaya transfer.

Baca Juga :  Gila! Punya 1 Juta Bitcoin, Kekayaan Orang ini Hampir Rp700 T

Dan ada pertanda bahwa setelah lonjakan minat di awal, orang-orang semakin jarang menggunakan Chivo. Insentif lain untuk menggunakannya muncul pada akhir Februari, dengan pembukaan rumah sakit hewan paling canggih di negara itu.

BACA JUGA:

Twitter Pakai Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran, Begini Caranya

Banyak orang dan hewan peliharaan mereka mengantre di rumah sakit ini. Hal ini karena murahnya perawatan hewan, bahkan operasi yang kompleks, harganya cuma 25 sen – selama dibayar dengan aplikasi Chivo, dan terutama dalam Bitcoin.

Baca Juga :  Kemnaker Luncurkan Bolehpayz, Lindungi Transaksi Keuangan Pekerja Migran di Malaysia

Dana Moneter Internasional (IMF) sebenarnya telah mendesak El Salvador untuk membalikkan keputusannya membuat Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah. Dengan alasan bahwa itu terlalu tidak stabil untuk tujuan ini. Seorang ekonom lokal Tatiana Marroquin khawatir dengan kebijakan pemerintah terkait dengan Bitcoin ini.

Ia mengatakan pemerintah tidak punya cukup uang untuk membantu orang-orang yang rentan. Jadi menurutnya pemerintah tidak mengambil risiko dengan menggelontorkan dana publik ke dalam mata uang kripto.

Ia juga menilai pemerintah kurang transparan. ”Kita tidak tahu persis kapan atau dengan uang apa mereka membeli Bitcoin.”

Baca Juga :  Realisasi Investasi Triwulan III 2024 Capai Rp431,5 Triliun, Tumbuh 15,3 Persen YoY

Namun, Menteri Pariwisata Morena Valdez bersikeras warga Salvador tetap percaya kepada Presiden Bukele, meskipun nilai Bitcoin terus turun.

”Kita tahu bahwa setiap keputusan presiden dibuat pada saat yang tepat. Orang-orang sangat percaya pada keputusannya dan arah ekonomi negara ini,” katanya.

Negara-negara lain agaknya sedang mempertimbangkan untuk mengikuti langkah El Salvador, sebelum mata uang digital ini jatuh nilainya pada Mei 2022 lalu. Salah satunya adalah Republik Afrika Tengah. Presiden negara itu, Faustin-Archange Touadéra, mengumumkan langkah tersebut di Twitter, menyebut Bitcoin sebagai “uang universal”.

Bitcoin City

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Batam menguat 6,89%, BP Batam Optimis Sambut 2026
Pemprov Kepri Resmi Tetapkan UMP 2026, Naik 7,06 Persen
UMK Batam 2026 Resmi Rp5.357.982, Berlaku Mulai Januari
Pelantikan Kadin Batam, Sekda Firmansyah Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Amsakar–Li Claudia Resmikan K Square, Perkuat Batam sebagai Kota Perdagangan dan Pariwisata
Forbes Rilis Daftar 5 Orang Terkaya Dunia per Desember 2025
Cerita Lengkap Perjalanan BTN Menyalurkan KPR Sejak 1976, Kini Tembus Rp504 Triliun untuk 5,7 Juta Rumah
BTN Borong Penghargaan: Nixon LP Napitupulu hingga jajaran Direksi Raih Prestasi 2025

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:19 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Batam menguat 6,89%, BP Batam Optimis Sambut 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:10 WIB

Pemprov Kepri Resmi Tetapkan UMP 2026, Naik 7,06 Persen

Kamis, 25 Desember 2025 - 06:49 WIB

UMK Batam 2026 Resmi Rp5.357.982, Berlaku Mulai Januari

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:00 WIB

Pelantikan Kadin Batam, Sekda Firmansyah Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 19 Desember 2025 - 18:22 WIB

Amsakar–Li Claudia Resmikan K Square, Perkuat Batam sebagai Kota Perdagangan dan Pariwisata

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB