“Karena itulah kemudian konsepnya disusun sebagai sebuah Rumah Sehat untuk Jakarta,” imbuhnya menambahkan.
Anies menambahkan seiring dengan penjenamaan ini, dilakukan juga penyeragaman simbol RS-RS di Jakarta. Menurutnya selama ini simbol RS-RS milik pemerintah berbeda.
“Padahal semuanya adalah institusinya pemerintah yang memberi pelayanan kepada seluruh warga, yang warga bisa datang ke manapun juga,” ungkap dia.
BACA JUGA:
Mujahid 212 dan PDIP Makin Mesra, Dorong Anies-Puan Duet di Pilpres 2024
Menurut Anies penjenamaan ‘rumah sakit’ menjadi ‘rumah sehat’ sudah direncanakan sejak 2019. Namun, hal tersebut tertunda lantaran pandemi virus corona (COVID-19).
“Ide gagasan mulai dibahas 2019, 2020 mulai awal, mulai kita siapkan langkah-langkahnya, lalu muncul pandemi sehingga ini terhenti. Baru kemudian diaktifkan lagi setelah kita bisa suasananya lebih memungkinkan,” ujar dia. (RP)
Halaman : 1 2

















