Singapura Mulai Pertimbangkan Beri Izin Warga Konsumsi Jangkrik dan Kumbang

- Admin

Selasa, 18 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu makanan berbahan jangkrik. Foto: Istimewa

Menu makanan berbahan jangkrik. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah negeri Singapura sedang mempertimbangkan untuk memberi izin warga mengonsumsi serangga, termasuk jangkrik dan kumbang.

Diberitakan The Straits Times, Minggu (16/10/2022), warga Singapura mungkin akan segera dapat mengonsumsi serangga.

Sebab, Badan Pangan Singapura (SFA) sedang mencari pendapat atau pandangan dari industri makanan dan pakan ternak untuk memungkinkan serangga dikonsumsi manusia dan sebagai pakan ternak.

Perubahan peraturan berpotensi memungkinkan penduduk Singapura untuk mengkonsumsi spesies seperti jangkrik, kumbang, ngengat, dan lebah.

BACA JUGA :

Belanja di Singapura Bisa Pakai Rupiah Mulai Tahun Depan

Berbagai jenis serangga ini dapat dikonsumsi langsung atau dibuat menjadi makanan, seperti makanan ringan serangga goreng atau protein bars.

Regulasi terkait konsumsi serangga di Singapura ini, baik yang diimpor atau dibudidayakan secara lokal, akan tunduk pada persyaratan dan kondisi keamanan pangan.

Baca Juga :  Biden Larang WNA 30 Negara Masuk Amerika Serikat, Ini Daftarnya

SFA mengatakan kepada The Straits Times bahwa mereka telah mengambil referensi dari Uni Eropa dan negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Korea Selatan dan Thailand, yang telah lebih dulu mengizinkan konsumsi spesies serangga tertentu.

BACA JUGA :

Ini Cara Pemerintah Singapura Batasi Warganya Tidak Main Judi

Misalnya, kepompong ulat telah secara rutin dimakan di Korea Selatan dan jangkrik di Thailand.

SFA telah melakukan tinjauan ilmiah menyeluruh dan menilai bahwa spesies serangga tertentu dengan riwayat konsumsi manusia dapat diizinkan untuk digunakan sebagai makanan.

SFA menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, peternakan komersial serangga untuk konsumsi manusia dan sebagai pakan ternak telah dipromosikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dan telah menerima minat komersial.

Baca Juga :  Bugatti Dijual Rp 53 Miliar di Singapura, tapi Tak Bisa Dikendarai

Untuk memberi makan populasi dunia yang terus bertambah secara berkelanjutan, FAO menyebut serangga yang dapat dimakan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Lagi pula, serangga disebut cenderung membutuhkan lebih sedikit pakan dan mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca dibandingkan dengan ternak yang dibudidayakan.

“SFA terus mengikuti perkembangan seperti itu dalam produksi dan inovasi pangan, dan telah menerima pertanyaan industri tentang impor serangga sebagai makanan atau pakan ternak,” kata juru bicara SFA.

BACA JUGA :

Diduga Ada Permainan Kartel Tentukan Tarif Tiket Kapal Batam-Singapura & Malaysia

Dikatakan SFA, bahwa saat ini ada minat dari lebih dari 10 perusahaan di Singapura untuk melakukan impor produk makanan serangga atau pertanian makanan serangga.

Untuk memastikan keamanan, perusahaan harus menunjukkan bukti bahwa serangga yang diimpor diternakkan di tempat yang diatur dan bahwa pakan serangga tidak terkontaminasi dengan patogen atau kontaminan berbahaya.

Baca Juga :  Hari Pertama Sekolah, Guru Seksi Hanya Pakai Bra dan Rok Menari Perut di Depan Murid

Spesies serangga tanpa riwayat konsumsi manusia akan dianggap sebagai makanan baru, dan perusahaan perlu melakukan serta menyerahkan penilaian keamanan untuk tinjauan SFA.

Para pelaku industri di “Negeri Singa” dilaporkan menyambut baik rencana Pemerintah Singapura tersebut.

SFA saat ini sedang mencari umpan balik dari pelaku industri dan pihak yang berkepentingan mengenai kondisi impor dan persyaratan pra-lisensi tambahan untuk serangga dan produk serangga.

Konsultasi publik telah dimulai pada 5 Oktober dan akan berakhir pada 4 Desember.

“Karena industri serangga baru lahir, kami akan meninjau pendekatan regulasi secara teratur berdasarkan perkembangan ilmiah baru,” kata juru bicara SFA. (RBP/KOMPAS)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB