“Untuk informasi di medsos, banyak berseliweran informasi, kita menyarankan masyarakat tidak meyakini informasi tersebut karena data tersebut harus diverifikasi dengan fakta yang ada,” kada Ibrahim Tompo.
BACA JUGA :
KNPI Kepri Mengutuk Keras Bom di Polsek Astana Anyar: Tindakan Keji!
Ibrahim menegaskan pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah melakukan verifikasi data di lapangan.
“Kita akan memberikan informasi setelah melakukan verifikasi data,” ucapnya. (MIZ/Pikiran-Rakyat.com)
Halaman : 1 2

















