Jelajah Wisata Religi ke Pulau Penyengat

- Publisher

Sabtu, 6 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Foto: Istimewa

Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Foto: Istimewa

Komplek Makam Engku Puteri Raja Hamidah

Jika berkunjung ke pulau Penyengat, kurang lengkap rasanya jika tidak berziarah ke komplek makam Engku Puteri Raja Hamidah.

Raja Hamidah adalah Permaisuri Sultan Mahmud Riayat Syah, Sultan Riau, Lingga, Johor, dan Pahang yang memerintah antara tahun 1784-1806.

Pulau Penyengat dibangun menjadi sebuah negeri oleh Sultan Mahmud Riayat Syah untuk dianugerahkan kepada Raja Hamidah sebagai mahar atau emas kawin takkala Sultan Mahmud Riayat Syah menikahi Raja Hamidah. Sejak perkawinan itu Raja Hamidah bergelar Engku Puteri.

BACA JUGA:  Kunjungi Tanjungpinang Timur, Rahma Minta Forum RT dan RW Jaga Wilayah dari Sebaran COVID-19

BACA JUGA :

Kenali Sejarah Kabupaten Karimun di Kepulauan Riau

Berencana ke Karimun? Jangan Lupa Mampir ke Destinasi Wisata Berikut Ini

Sosok Engku Puteri disebut-sebut juga tokoh budaya pikir dikalangan perempuan Melayu zamannya, Engku Puteri mewariskan pikiran-pikiran yang besar dan kreatif yang masih bermanfaat dan relavam hingga sekarang ini. 

Engku Putri termasuk wanita yang sangat berpengaruh, terutama di bidang adat istiadat, di dalam hal lain yang menunjukkan kedudukan yang prima Engku Puteri dalam kerajaan Riau, Lingga, Johor, dan Pahang yaitu sebagai pemegang Regalia (alat-alat kebesaran kerajaan). 

BACA JUGA:  Dikunjungi Wamenpar, Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Pilot Project Gerakan Wisata Bersih

Di komplek ini juga terdapat makam Pahlawan Nasional, Raja Ali Haji. Beliau adalah anak dari Raja Ahmad Bin Raja Haji Fisabilillah, dengan isterinya Encik Hamidah Binti Panglima Malik Selangor. 

Raja Ali Haji banyak mewariskan kitab-kitab seperti diantaranya Tuhfat Al-Nafis, silsilah Melayu dan Bugis, Gurindam XII, Syair Abdul Muluk, kitab pengetahuan bahasa, Tsamaratul Muhimmah, dan beberapa karya lainnya. 

BACA JUGA:  58 Pangkalan Gas di Tanjungpinang Sudah Terapkan Kartu Kendali

Dari karya-karya itu Raja Ali Haji diingat sebagai tokoh penting di bidang sejarah, sastra, dan agama Islam. Raja Ali Haji merupakan anak pribumi pertama yang membuat Kamus Bahasa Melayu dan kamus ini juga merupakan dasar Bahasa Indonesia. 

Raja Ali Haji diangkat menjadi Pahlawan Nasional oleh pemerintah Republik Indonedia pada 10 November 2004.

Berita Terkait

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Berita Terbaru