Cegah Karhutla, BPBD Kepri Ingatkan Warga Tidak Buang Puntung Rokok Sembarangan

- Publisher

Senin, 12 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan lantaran dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala BPBD Kepri, Muhammad Hasbi dilansir dari ANTARA, meminta warga khususnya perokok tidak lalai membuang puntung rokok di pinggir-pinggir jalan apalagi di area lahan maupun hutan yang rawan terbakar.

BACA JUGA :

BPBD Bintan Minta Warga Waspadai Potensi Angin Kencang

BACA JUGA:  RI Bangun Mercusuar di Pulau Karang Singa Kepri

“Sekarang sudah masuk musim kemarau, sehingga puntung rokok pun berisiko besar memicu terjadinya karhutla,” kata Muhammad Hasbi di Tanjungpinang, Minggu 11 Juni 2023.

Hasbi juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan maupun hutan dengan cara sengaja dibakar karena kobaran api berpotensi meluas dipicu kemarau.

Ia menyebut tindakan membuang puntung rokok apalagi membakar lahan dan hutan dengan sengaja yang berdampak menimbulkan karhutla dapat menyeret pelakunya ke ranah hukum.

BACA JUGA:  Inflasi Kepri Januari 2023 Membaik, Lebih Rendah Dibanding Inflasi Nasional

“Pelaku penyebab karhutla bisa diancam pidana 10 tahun penjara hingga denda miliaran rupiah,” ujar Hasbi.

Hasbi menjelaskan potensi kemarau dampak fenomena El Nino di Kepri diprediksi terjadi hingga bulan September 2023.

Pihaknya telah memetakan beberapa wilayah di Kepri rawan karhutla, yaitu Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Bintan.

“Tiga daerah ini rawan karhutla karena area hutannya lebih luas dibanding kabupaten/kota lainnya di Kepri,” ungkap Hasbi.

BACA JUGA:  Luncurkan Bantuan Beras, Gubernur Minta Segera Didistribusikan

Selain karhutla, jelas Hasbi lagi, kondisi kemarau tahun ini juga bisa memicu kekeringan air bahkan berakibat pada penurunan produksi pertanian.

Pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi guna mengantisipasi dampak musim kemarau, mulai dari ancaman kekeringan air bersih karhutla, serta keterbatasan stok bahan pangan.

“Kami sudah meminta masing-masing pemerintah kabupaten/kota se-Kepri mensosialisasikan dampak kemarau bagi masyarakat, sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi bersama seluruh elemen masyarakat,” ucap Hasbi. (DI/ANTARA)

Berita Terkait

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Tanpa Jeda, Penyaluran Air Bersih di Tanjungpinang Capai 711 Ton
Halal Bihalal MIN Tanjungpinang Jadi Momentum Awal Kepemimpinan Baru

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Rabu, 8 April 2026 - 11:52 WIB

Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat

Rabu, 8 April 2026 - 08:09 WIB

Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis

Berita Terbaru