Kementerian PUPR & AIIB Segera ke Kepri untuk Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

- Publisher

Selasa, 18 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Mimpi besar masyarakat Kepulauan Riau untuk melihat berdirinya jembatan Batam-Bintan (Babin) semakin terlihat terang. Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebagai salah satu investor jembatan Babin bersama Kementerian PUPR akan meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan tersebut di Bintan dan Batam pada awal Agustus 2023 mendatang. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos, di Tanjungpinang, Senin (17/7/2023).

Rencananya, kata Hasan, pihak AIIB akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung lokasi tapak awal jembatan akan di bangun mulai 31 Juli hingga 4 Agustus 2023 di Kepri.

BACA JUGA :

Pemprov Kepri Usulkan Kembali Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

“Berdasarkan surat yang kita terima, mereka akan datang kesini untuk melihat langsung lokasi pembangunan jembatan. Sebelum turun ke Kepri, mereka akan menggelar rapat internal terlebih dahulu di Jakarta bersama Kementerian terkait,” kata Hasan.

BACA JUGA:  Tahun 2021, Produksi Padi di Kepri Capai 855 Ton

Tim dari AIIB yang meninjau langsung lokasi jembatan Batam-Bintan rencananya akan dipimpin langsung oleh Andres Pizarro selaku Kepala Sektor Investasi Transportasi Regional 1 AIIB dan didampingi para konsultan, pakar lingkungan, analis, dan ahli manajemen keuangan AIIB.

Di Jakarta, AIIB akan menggelar rapat pendahuluan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membahas Multilateral Cooperation Center for Development Finance (MCDF) antara Pemerintah Indonesia dan AIIB.

BACA JUGA :

Pemerintah Pusat Biaya Survei Kedalaman Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

“Artinya, secara perlahan tapi pasti, rencana besar masyarakat Kepri untuk membangun jembatan Batam-Bintan ini telah menjadi atensi khusus AIIB sejak awal. Segala bentuk usaha sudah dilakukan oleh Pemprov Kepri dan Gubernur turun langsung untuk ini, baik menemui Presiden, para menteri terkait dan sebagainya. Selanjutnya mari kita doakan semoga apa yang menjadi mimpi besar masyarakat Kepri ini dimudahkan dan dilancarkan prosesnya untuk menjadi kenyataan,” kata Hasan.

BACA JUGA:  CRBC Tertarik Bangun Jembatan Batam-Bintan, Siap Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

Selain itu, juga akan dilakukan pembahasan terkait hasil soil investigation jembatan Batam-Bintan dan presentasi Detailed Engineering Design (DED) jembatan Batam-Bintan yang akan jadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Selanjutnya AIIB langsung terbang ke Tanjungpinang untuk melihat lokasi pembangunan jembatan Batam-Bintan bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad. Kunjungan AIIB sekaligus akan bertemu dengan masyarakat setempat untuk menjelaskan tentang proyek pembangunan jembatan Batam-Bintan.

Hasan menyebutkan kedatangan AIIB ke Kepri untuk melihat lokasi Jembatan Batam-Bintan menunjukkan keseriusan dari AIIB untuk turut membantu pembangunan jembatan sepanjang 14,753 Km tersebut. Sebelumnya, Gubernur Ansar telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian PUPR RI, AIIB, dan Pemprov Kepri pada 9 Januari 2023 lalu untuk rencana pembangunan spesifik pada sisi Kabil-Tanjung Sauh di Pulau Batam.

BACA JUGA:  Bea Cukai Batam Berperan Aktif dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau Kuartal 1 Tahun 2024

“Kunjungan ini patut kita apresiasi dan sudah kita nantikan, karena artinya mereka memang serius dan sangat tertarik untuk berinvestasi di jembatan Batam-Bintan, kita harap kunjungan nanti berjalan lancar,” kata Hasan.

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan, khususnya ruas Batam-Tanjung Sauh, mengusulkan tiga komponen proyek dengan perkiraan biaya sebesar US$300 juta yang akan didanai melalui pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Komponen pertama adalah Pekerjaan Konstruksi dengan estimasi biaya sebesar US$236,88 juta atau sekitar Rp3,695 triliun. Komponen ini mencakup pekerjaan persiapan jembatan dan jalan pendekat. Selanjutnya, komponen Jasa Konsultasi Pengawasan Konstruksi memiliki nilai perkiraan sebesar US$11,84 juta atau sekitar Rp184 miliar untuk membiayai konsultan pengawasan konstruksi.

Terakhir, terdapat komponen Project Management Consultancy Service dengan nilai sebesar US$1,38 juta atau sekitar Rp21,52 miliar untuk membiayai konsultan manajemen proyek. (RP)

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Tanpa Jeda, Penyaluran Air Bersih di Tanjungpinang Capai 711 Ton

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Rabu, 8 April 2026 - 11:52 WIB

Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat

Berita Terbaru