Triwulan III-2023, BPS: Perekonomian Kepri Tumbuh 0,42 Persen

- Publisher

Selasa, 7 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan III-2023 tumbuh sebesar 0,42 Persen, hal ini bila dibandingkan dengan triwulan II-2023 (q-to-q).

Akan tetapi, apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tumbuh sebesar 4,88 persen atau tumbuh lebih lambat dibanding triwulan II-2023 yang sebesar 6,03 persen (y-on-y).

“Secara kumulatif perekonomian Kepri triwulan III-2023 tumbuh sebesar 5,47 persen, tumbuh lebih cepat dibanding triwulan III-2022 yang sebesar 4,63 persen (c-to-c),” kata Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Senin (6/11/2023).

BACA JUGA :

BPS: Pemerintah Perlu Miliki Data Transaksi Elektronik yang Akurat

Kemenkop UKM Gandeng BPS Lakukan Pendataan Koperasi dan UMKM

Pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2023 (q-to-q), sebut Darwin, dipicu pertumbuhan pada kategori pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 16,58 persen.

Kemudian disusul kategori konstruksi sebesar 8,81 persen, jasa keuangan sebesar 4,58 persen.

BACA JUGA:  80 Peserta Siap Meriahkan Pawai Takbir Iduladha di Tanjungpinang

Sedangkan andil pertumbuhan terbesar disumbangkan oleh kategori konstruksi dengan andil pertumbuhan sebesar 1,62 persen, diikuti kategori industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 1,52 persen, dan kategori jasa keuangan dengan andil pertumbuhan sebesar 0,12 persen.

“Struktur ekonomi Kepri pada triwulan III-2023 masih didominasi oleh industri pengolahan (39,44 persen), konstruksi (20,83 persen), dan pertambangan dan penggalian (11,64 persen),” ungkap Darwis.

Ia menambahkan perekonomian Kepri triwulan III-2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp82,10 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp49,36 triliun.

Sementara, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengatakan kondisi perekonomian daerah itu saat ini menuju ke fase peningkatan setelah berhasil melewati masa pemulihan setelah dihantam pandemi COVID-19.

“Dari sisi ekonomi, Kepri telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspek,” ujar Ansar.

BACA JUGA:  Wisman ke Indonesia Lebih dari 1 Juta Kunjungan

Ansar menyatakan pertumbuhan ekonomi yang positif di triwulan II-2023 yang sebesar 0,42 persen (q-to-q) ini menunjukkan bahwa Pemprov Kepri dan kabupaten/kota setempat, telah berhasil mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19, sehingga bisa melalui fase pemulihan menuju fase peningkatan.

Salah satu kebijakan strategis yang dilakukan dalam upaya pemulihan adalah mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan perekonomian daerah. Dengan 96 persen wilayahnya yang terdiri dari lautan, Kepri memiliki banyak pulau yang indah dan eksotis.

Kepri menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Beberapa destinasi wisata unggulan di Kepri antara lain adalah Pulau Bintan dengan pantai-pantainya yang berpasir putih dan resort mewahnya.

Lalu Pulau Batam dengan pusat perbelanjaan dan hiburan yang modern, Pulau Natuna dengan kekayaan alam dan budayanya yang khas, Pulau Anambas dengan surga bawah lautnya yang mempesona.

BACA JUGA:  Lis-Raja Salat Id di Pamedan, Open House di Pinang Merah

Serta Pulau Karimun dengan pantainya yang menawan, dan Pulau Lingga dengan situs-situs bersejarahnya yang menarik.

Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata ini, kata Ansar, Pemprov Kepri juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas penunjangnya.

“Beberapa upaya itu antara lain adalah peningkatan bandara dan upaya pembangunan bandara baru di beberapa pulau, memperluas jaringan transportasi laut antarpulau, memperbaiki jalan-jalan provinsi dan kabupaten/kota, serta memfasilitasi pembangunan hotel-hotel dan restoran-restoran berkualitas,” ungkap Ansar.

Selain sektor pariwisata, sambung Ansar, pemerintah daerah tidak melupakan sektor-sektor lain yang juga berperan penting dalam perekonomian daerah. Beberapa sektor tersebut antara lain adalah sektor industri, perdagangan, kelautan, pertanian, perikanan, dan jasa.

Ia berharap dengan mengoptimalkan semua potensi yang ada dapat menciptakan lapangan kerja yang luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga berujung pada peningkatan ekonomi. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Berita Terbaru