Era Presiden Joko Widodo, Ada 27 Bandara Baru Selesai Dibangun

- Publisher

Sabtu, 11 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah bandara yang dibangun di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2014-2024). Foto: Kemenhub

Sejumlah bandara yang dibangun di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2014-2024). Foto: Kemenhub

INIKEPRI.COM – Selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo sejak 2014 hingga 2024, Indonesia telah banyak melakukan pengembangan infrastruktur transportasi udara yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat, terutama di daerah 3TP (terluar, terpencil, tertinggal, dan perbatasan).

 

“Pembangunan infrastruktur transportasi udara di Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan, di antara pencapaian utama yang telah dicapai adalah pembangunan 27 Bandara Baru,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), M. Kristi Endah Murni sebagaimana dikutip InfoPublik pada Jumat (10/5/2024).

 

Dalam periode itu, menurut Kristi, Indonesia berhasil memperluas jaringan bandara dengan membangun bandara di seluruh wilayah, termasuk di daerah 3TP. “Hal ini telah meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujar Kristi.

 

Adapun 27 Bandar Udara baru yang dimaksudkan itu antara lain:

BACA JUGA:  Pajak Kendaraan Mati, Apakah Polisi Berhak Menilang?

1. Bandara Letung Anambas, Kepulauan Riau;

2. Bandara Tambelan, Kepulauan Riau;

3. Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kalimantan Tengah;

4. Bandara Maratua, Kalimantan Timur;

5. Bandara Morowali, Sulawesi Tengah;

6. Bandara Siau, Sulawesi Utara;

7. Bandara Miangas, Sulawesi Utara;

8. Bandara Koroway Batu, Papua;

9. Bandara Kertajati, Jawa Barat;

10. Bandara Tebelian, Kalimantan Barat;

11. Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kalimantan Timur;

12. Bandara Buntu Kunik, Sulawesi Selatan;

13. Bandara Kabir, Nusa Tenggara Timur;

14. Bandara Namniwel, Maluku;

15. Bandara Werur, Papua;

16. Bandara Rokot Sipora, Sumatera Barat;

17. Bandara Ngloram, Jawa Tengah;

18. Bandara Siboru, Papua Barat;

19. Bandara Nabire Baru, Papua Tengah;

20. Bandara Kediri, Jawa Timur;

21. Bandara Singkawang, Kalimantan Barat;

22. Bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah;

BACA JUGA:  Jokowi Terima Suntikan Dosis Pertama Vaksin Covid-19

23. Bandara Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara;

24. Bandara Mandailing Natal, Sumatera Utara; dan

25. Bandara Pohuwato, Gorontalo;

26. Bandara Kulon Progo, Yogyakarta;

27. Bandara Sobaham, Yahukimo.

 

Dari 27 bandar udara di atas, terdapat Bandara Sobaham yang sedang proses pembangunan dan akan selesai pada akhir tahun ini.

 

Selain pembangunan bandara baru, juga telah dilakukan rehabilitasi dan pengembangan fasilitas bandara, dengan tujuan untuk meningkatkan standar layanan dan keselamatan penerbangan.

 

Fasilitas-fasilitas baru dan ditingkatkan seperti landas pacu yang diperpanjang, terminal yang diperluas, dan berbagai rehabilitasi lainnya. Setidaknya terdapat 64 bandara yang direhabilitasi dan dikembangkan.

 

“Pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi udara bertujuan meningkatkan aksesibilitas ke daerah 3TP. Selain itu, Pemerintah berharap pembangunan dan pengembangan itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang sebelumnya terpinggirkan. Ini menciptakan peluang investasi baru, menggerakkan sektor pariwisata, dan memperluas pasar bagi produk-produk lokal,” tuturnya.

BACA JUGA:  Presiden Prioritaskan Vaksin untuk Industri Batam

 

Kristi juga menambahkan, infrastruktur transportasi udara juga memiliki dampak positif secara sosial dengan memfasilitasi akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial lainnya di daerah terpencil. Hal ini membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.

 

Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur transportasi udara juga berkontribusi pada peningkatan keamanan, baik dalam hal transportasi barang maupun mobilitas manusia. Dengan menyediakan sarana transportasi yang lebih aman dan efisien, Pemerintah dapat memperkuat kedaulatan negara dan melindungi kepentingan nasional.

 

“Dengan berbagai pencapaian dan manfaat tersebut, pembangunan infrastruktur transportasi udara di Indonesia akan terus menjadi salah satu prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan secara merata di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:11 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat

Berita Terbaru

100 santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dari berbagai desa di Kecamatan Kundur berkumpul mengikuti Tabligh Akbar bertajuk

Tg. Balai Karimun

100 Santri TPQ Ikuti Tabligh Akbar “Kundur Menghafal Al-Qur’an”

Senin, 3 Agu 2026 - 08:45 WIB