Siswa MTsN Tanjungpinang Olah Produk Bioteknologi Menjadi Makanan dan Minuman Bernilai Ekonomis

- Publisher

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Olah Produk Bioteknologi Menjadi Makanan dan Minuman Bernilai Ekonomis. Foto: INIKEPRI.COM

Olah Produk Bioteknologi Menjadi Makanan dan Minuman Bernilai Ekonomis. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Tengku Aspalinda, S.Pd, guru IPA kelas IX MTsN Tanjungpinang, mendampingi siswinya untuk melakukan praktek pembelajaran di Laboratorium IPA mulai 11 s.d 13 Februari 2025, dengan tema “Bioteknologi: Mengenal, Mengolah, dan Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk bioteknologi, melatih siswa mengolahnya menjadi makanan dan minuman, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan (Entrepreneurship) di kalangan siswa.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang memanfaatkan makhluk hidup, seperti mikroorganisme, enzim, atau sel, untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, bioteknologi telah banyak diaplikasikan, seperti dalam pembuatan makanan fermentasi (tempe, yoghurt, keju), produksi obat-obatan, pengolahan limbah, dan bahkan dalam bidang pertanian untuk menghasilkan tanaman yang lebih tahan penyakit.

BACA JUGA:  Ukir Prestasi di Kejuaraan Forki Kepri, Siswi MTsN Tanjungpinang Raih Medali Perak

Manfaat bioteknologi sangat luas, mulai dari meningkatkan kualitas hidup, menciptakan produk bernilai ekonomi, hingga memberikan solusi untuk masalah lingkungan.

Praktek pembelajaran kali ini difokuskan pada pengolahan produk bioteknologi yang sudah ada, seperti tempe yang difermentasi kembali menjadi keripik tempe. Siswa kelas IX.1 hingga IX.7 MTsN Tanjungpinang menunjukkan kreativitas mereka dengan menghasilkan 38 jenis makanan dan minuman yang beragam.

Beberapa hasil karya siswa antara lain keripik tempe, puding tape, salad buah, potato cheese ball, cake tape, lumpia pisang keju tiramisu, bakso bakar, tahu isi, serta aneka minuman seperti jus buah segar.

Produk-produk yang dihasilkan oleh siswa kemudian dijual kepada warga madrasah, termasuk Bapak/Ibu Guru, tenaga kependidikan (tendik), dan rekan sesama siswa. Kebahagiaan terpancar dari wajah para siswa saat semua produk terjual habis. Mereka tidak hanya belajar menjual, tetapi juga menghitung harga pokok penjualan (HPP), omset, dan keuntungan yang mereka dapat.

BACA JUGA:  Tim Bola Voli Putri Raih Juara 3, Yunida Putri dan Zuriyatul Hikmah Harumkan MTsN Tanjungpinang

“Ini pengalaman pertama saya belajar berwirausaha. Seru sekali bisa menghitung keuntungan dari hasil kerja keras kami,” kata salah satu siswa kelas IX.

Tengku Aspalinda, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memahami konsep bioteknologi secara teoritis, tetapi juga melatih siswa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

“Melalui praktek ini, siswa tidak hanya belajar tentang bioteknologi, tetapi juga diajak untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk yang memiliki nilai jual. Ini adalah langkah awal untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka,” ujarnya.

BACA JUGA:  KKN UGM Dukung Promosi Budaya Melayu Lewat Gemerlap Pinang 2025

Plt. Kepala MTsN Tanjungpinang, Ibu Meli Deswita, S.S., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang telah menerapkan pembelajaran praktek di madrasah, khususnya pelajaran IPA.

“Pembelajaran seperti ini sangat berharga karena siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung. Dalam satu tahap pembelajaran, mereka mendapatkan banyak ilmu dan keterampilan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, MTsN Tanjungpinang tidak hanya berhasil menciptakan generasi muda yang cerdas secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dunia nyata dengan keterampilan kewirausahaan yang mumpuni.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026
Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode
Lis Darmansyah Resmikan Gerai Perdana Indomaret di Tanjungpinang pada 19 Juni
Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri 2026-2031, Anindya Bakrie: Kepri Tepat Kembangkan Perdagangan dan Industrialisasi
23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026
Diguyur Hujan Sejak Dini Hari, Jemaah Tetap Padati Safari Subuh GEMMA di Masjid Jami Miftahul Falah
Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Internasional Turkmenistan, Bukti Pengaruh Besar Bahasa Melayu
Mulai 2027, Siswa SMA/SMK di Kepri Dilarang Bawa HP ke Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:35 WIB

Lis Darmansyah Resmikan Gerai Perdana Indomaret di Tanjungpinang pada 19 Juni

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:16 WIB

Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri 2026-2031, Anindya Bakrie: Kepri Tepat Kembangkan Perdagangan dan Industrialisasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:51 WIB

23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru