Prabowo Resmikan Ladang Migas Baru Senilai Rp9,8 Triliun: Langkah Awal Menuju Swasembada Energi

- Publisher

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan dua proyek strategis nasional di sektor energi, yaitu pengoperasian Lapangan Minyak dan Gas Forel dan Terumbuk yang dikelola oleh Medco E&P Natuna Ltd. Peresmian dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka, menandai tonggak penting pertama di sektor hulu migas dalam masa awal pemerintahannya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari langkah besar menuju swasembada energi nasional—sebuah tujuan strategis yang, menurutnya, sangat krusial bagi kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dalam jangka panjang.

“Peresmian dua proyek ini merupakan peresmian pertama di bidang lifting migas pada masa pemerintahan baru yang saya pimpin. Ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam upaya kita bersama untuk mencapai kemandirian energi,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:  Bantuan Kuota Internet Dikirim Langsung ke Nomor Pelajar

Presiden juga menekankan bahwa ketergantungan terhadap energi impor merupakan beban besar bagi negara. Dengan mengembangkan sumber daya energi sendiri, Indonesia berpotensi menghemat anggaran dalam jumlah yang sangat besar.

“Jika kita mandiri dalam energi, kita bisa menghemat puluhan miliar dolar AS, atau setara ratusan triliun rupiah, yang selama ini mengalir ke luar negeri. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal harga diri dan kemerdekaan bangsa,” lanjutnya.

Investasi Jumbo dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam laporannya menyebutkan bahwa proyek Forel dan Terumbuk melibatkan investasi besar senilai USD 600 juta atau sekitar Rp 9,8 triliun (kurs Rp 16.437/US$). Proyek ini telah menyerap sekitar 2.300 tenaga kerja pada masa konstruksi, seluruhnya merupakan putra-putri bangsa.

BACA JUGA:  Kemenkes Lemah! Jadi Lahan Bisnis RS Swasta Mainkan Harga Rapid Test

“Ini proyek strategis karena sepenuhnya digarap oleh anak bangsa. Medco adalah perusahaan nasional, dan bahkan kapal FPSO (Floating Production Storage and Offloading) yang digunakan adalah hasil produksi dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 100%,” kata Bahlil.

Kontribusi Langsung pada Lifting Migas Nasional

Proyek Forel dan Terumbuk merupakan bagian dari pengembangan wilayah kerja migas South Natuna, Blok B, di Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Diharapkan dua lapangan ini mampu menambah produksi sebesar 20.000 barel minyak per hari serta gas sebesar 60 juta meter kubik per hari.

BACA JUGA:  Catat! Ini Daftar Orang yang Tidak Bisa Divaksin

“Dengan tambahan ini, kita optimis bahwa mulai tahun 2026 hingga 2028 kita bisa mencapai surplus produksi gas. Fokus selanjutnya adalah meningkatkan produksi minyak mentah, termasuk bahan bakar seperti bensin dan solar,” jelas Bahlil.

Catatan Strategis: Menuju Kemandirian Energi

Peresmian proyek ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong penguatan industri hulu migas nasional. Selain meningkatkan produksi, proyek ini juga memperkuat kapasitas nasional melalui transfer teknologi, kemandirian industri, dan peningkatan kualitas SDM dalam negeri.

Melalui proyek semacam ini, Indonesia tak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memperkuat posisi tawar di tingkat global. Langkah Presiden Prabowo ini dinilai sebagai awal yang tegas dalam menyusun fondasi energi nasional yang lebih kokoh dan mandiri.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru