Kemdiktisaintek Buka PPDB SMA Unggul Garuda 2026, 640 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

- Publisher

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi melalui pendirian SMA Unggul Garuda Baru. Program strategis ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik bangsa, khususnya di luar Pulau Jawa, dengan skema pendidikan berasrama dan beasiswa penuh. Foto: Dok Kemendiktisaintek

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi melalui pendirian SMA Unggul Garuda Baru. Program strategis ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik bangsa, khususnya di luar Pulau Jawa, dengan skema pendidikan berasrama dan beasiswa penuh. Foto: Dok Kemendiktisaintek

INIKEPRI.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pembangunan ekosistem pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi melalui pendirian SMA Unggul Garuda Baru. Program strategis ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik bangsa, khususnya di luar Pulau Jawa, dengan skema pendidikan berasrama dan beasiswa penuh.

Melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), pemerintah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 serta rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) secara selektif dan transparan.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menegaskan SMA Unggul Garuda lahir dari keberpihakan terhadap talenta unggul yang selama ini belum mendapatkan ruang optimal dalam sistem pendidikan. “Sebanyak satu persen yang sering terlewatkan adalah anak-anak pintar dengan potensi sangat tinggi, tetapi belum bisa berkembang maksimal karena keterbatasan finansial. Ini salah satu filosofi dibentuknya Sekolah Garuda,” ujar Dirjen Najib dalam agenda Ngopi Bareng bersama media, Rabu (18/2/2026).

BACA JUGA:  Kemenkes : Rapid Test Paling Mahal Rp 150.000

Ia menjelaskan, sekolah ini sengaja dibangun di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan akses pendidikan. Empat lokasi yang siap beroperasi pada Juni 2026 berada di Belitung Timur, Soe, Konawe Selatan, dan Bulungan. Pada tahun ajaran perdana, sebanyak 640 siswa akan diterima melalui seleksi nasional dan memperoleh beasiswa penuh mencakup biaya pendidikan serta biaya hidup di asrama.

Menurut Najib, SMA Unggul Garuda merupakan instrumen pemerataan pendidikan sekaligus penguatan talenta di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan minat generasi muda pada bidang strategis serta memenuhi kebutuhan industri dan riset nasional. “Talenta terbaik ini akan dididik dengan karakter, kecintaan terhadap Indonesia, dan menjadi agent of change,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kemendikbudristek Buka lagi Seleksi ASN Guru PPPK 2024 dengan Formasi 419.146 Orang

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Ardi Findyartini, menambahkan bahwa kurikulum SMA Unggul Garuda dirancang komprehensif dengan empat pilar utama: penguatan STEM, kurikulum nasional, pengembangan karakter berbasis sekolah berasrama, serta kurikulum internasional.

Seluruh proses seleksi, baik untuk siswa maupun GTK, dilaksanakan dengan tata kelola akuntabel dan transparan. Pendaftaran GTK telah dibuka sejak 2 Februari 2026, PPDB sejak 5 Februari 2026, dan pendaftaran tenaga kependidikan dibuka mulai 20 Februari 2026.

Untuk mendukung operasional empat sekolah rintisan tersebut, Ditjen Saintek menyiapkan kebutuhan 96 PPPK Guru, 96 tenaga kependidikan, empat kepala sekolah, dan 16 wakil kepala sekolah.

Sebagai bagian dari ekosistem pembinaan talenta nasional, lulusan SMA Unggul Garuda akan diproyeksikan melanjutkan pendidikan tinggi terbaik dunia melalui program Beasiswa Garuda. Skema terbaru tidak hanya berbasis Letter of Acceptance (LoA), tetapi juga membuka jalur seleksi menggunakan nilai rapor semester 1–5 pada jurusan yang telah terdaftar di laman resmi program. “Program ini memberi kesempatan talenta terbaik, baik dari sekolah umum maupun Sekolah Garuda, untuk berkompetisi dan melanjutkan studi sarjana di luar negeri,” jelas Ardi.

BACA JUGA:  Kemendikbudristek Gelar Kita Cinta Lagu Anak ke-5

Pembangunan sekolah berikutnya tengah berjalan di Rejang Lebong, Manokwari, dan Mempawah, serta akan diperluas ke berbagai daerah strategis lainnya.

Melalui penguatan SMA Unggul Garuda, Kemdiktisaintek menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan unggul yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis sains-teknologi, sekaligus membangun fondasi talenta nasional yang mampu bersaing di tingkat global.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan
Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat
Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar
Mau Hibahkan Tanah ke Anak? ATR/BPN Ungkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanpa Ribet
Punya Rumah Sertifikat HGB? ATR/BPN Ungkap Cara Ubah Jadi SHM, Biayanya Cuma Rp50 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:40 WIB

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:17 WIB

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:09 WIB

Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:25 WIB

Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:16 WIB

Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat

Berita Terbaru