Kerusakan Paru-paru dan Jantung Akibat Covid-19 Sembuh Seiring Waktu, Kabar Baik!

- Publisher

Selasa, 8 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Virus Corona diketahui dapat menyebabkan kerusakan paru dan jantung pada pengidapnya. Kabar baiknya, sebuah penelitian menunjukkan kerusakan paru dan jantung akibat infeksi virus Corona atau Covid-19 bisa membaik seiring waktu.

Peneliti di Austria mengamati sekitar 86 pasien Corona yang dirawat di rumah sakit pada 24 April hingga 9 Juni. Mereka dijadwalkan kontrol rutin pada 6, 12, hingga 24 minggu setelah dipulangkan dari rumah sakit.

Pemeriksaan klinis, uji laboratorium, analisis jumlah oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri, dan uji fungsi paru dilakukan selama kunjungan tersebut.

BACA JUGA:  Alhamdulillah! Pasien Sembuh Covid-19 di Tanjungpinang Capai 153 Orang

Pada saat kunjungan pertama mereka, lebih dari separuh pasien memiliki setidaknya satu gejala yang menetap, terutama sesak napas dan batuk, dan CT scan masih menunjukkan kerusakan paru-paru pada 88 persen pasien.

Sebanyak 56 pasien atau sekitar 65 persen menunjukkan gejala persisten pada saat kunjungan di minggu ke enam. Pada kunjungan tersebut diamati sekitar 47 pasien masih mengeluh sesak napas dan 15 persen lainnya masih mengalami gejala batuk.

BACA JUGA:  Vaksin Booster Kedua Jadi Syarat Perjalanan?

Tetapi pada saat kunjungan mereka berikutnya, 12 minggu setelah keluar dari rumah sakit, gejalanya membaik, dan kerusakan paru-paru berkurang hingga 56 persen. Pada kunjungan ini, sesak napas pada 31 persen mulai membaik meski 13 persen pasien masih mengalami batuk.

“Kabar buruknya adalah mereka yang terinfeksi Covid-19 mengalami gangguan paru-paru meski telah sembuh. Kabar baiknya, gangguan ini cenderung membaik dari waktu ke waktu yang menunjukkan paru-paru memiliki mekanisme memperbaiki dirinya sendiri,” tutur peneliti Dr Sabina Sahanic dari University Clinic di Innsbruck dikutip dari The Independent.

BACA JUGA:  Pasien Covid-19 di Tanjungpinang Bertambah 15 orang

Sementara pada masalah jantung, peneliti menemukan pada kunjungan di minggu ke enam, ekokardiogram menunjukkan 58,5 persen mengalami disfungsi ventrikel kiri jantung. Kondisi ini adalah indikator biologis kerusakan jantung, pembekuan darah, dan peradangan.

“Untungnya, kami tidak menemukan disfungsi jantung terkait virus Corona yang parah pada fase pasca-akut. Disfungsi diastolik yang kami amati juga cenderung membaik seiring waktu,” terangnya.

Temuan ini telah dipresentasikan dalam Kongres Internasional European Respiratory Society.

Sumber : www.detik.com

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru