Optimis! Indonesia Bisa Bebas Corona Tanpa Vaksin

- Admin

Selasa, 15 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Indonesia disebut-sebut optimistis bisa terbebas dari pandemi virus corona (Covid-19) tanpa harus menunggu vaksin. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menanggapi ahli biologi Ahmad Ruslan Handoyo yang beranggapan serupa.

Menurut Wiku, masyarakat cukup menerapkan protokol kesehatan ketat agar terhindar dari penularan.

“Memang bisa kita bebas dari Covid-19 tanpa vaksin dengan perubahan perilaku, supaya tidak tertular atau terinfeksi ya menjalankan protokol kesehatan. Itu imunitas masyarakat yang murah,” ujarnya melalui pesan teks, Senin (14/9).

Selain itu, pencegahan virus corona juga dapat dilakukan dengan metode 3T yakni testing-tracing-treatment yang didukung dengan mengubah pola perilaku di masyarakat.

Baca Juga :  Pasien RSD Covid-19 Wisma Atlet Gigit Tenaga Medis yang Merawatnya

“Supaya tidak tertular atau terinfeksi ya tetap menjalankan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sebelumnya, ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo mengatakan, Indonesia tak perlu menunggu keberadaan vaksin Covid-19. Hal ini dikarenakan penemuan vaksin dan obat membutuhkan waktu lama.

Ia mengatakan kunci pemutusan mata rantai pandemi Covid-19 yaitu kombinasi 3T (testing, tracing, dan treatment) serta 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Kunci ini juga harus didukung dengan kebijakan lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang harus dituruti oleh masyarakat dengan mengurangi mobilitas yang menjadi faktor penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Kegiatan Rumah Ibadah Diperbolehkan, Walikota Batam Tekankan Pentingnya Protokol Kesehatan

“Kombinasi 3T, 3M dan `lockdown`. Karena uji klinis vaksin belum tentu berhasil, jadi perlu langkah antisipatif,” ujar Ahmad saat dihubungi, Minggu (13/9).

Ahmad mengatakan pandemi SARS dan MERS yang diakibatkan dengan virus corona yang mirip dengan virus SARS-CoV-2 dapat dituntaskan tanpa vaksin dan obat. Kedua pandemi itu berakhir sebelum uji klinis selesai.

Namun penyakit SARS dan MERS cukup mudah diidentifikasi karena menimbulkan gejala bagi orang yang terinfeksi. Sementara Covid-19 kebanyakan pasien tidak menimbulkan gejala, sehingga penanganan sering kali terlambat.

Oleh karena itu, Ahmad mengatakan pentingnya tes PCR untuk mendeteksi kasus Covid-19 yang tak menunjukkan gejala, sebab orang-orang yang tak menimbulkan gejala ini juga sudah bisa menginfeksi orang-orang di sekitar.

Baca Juga :  Kasus COVID-19 Mulai Naik Lagi di 20 Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Prokes

“Begitu mulai berkoloni di saluran pernapasan atas, sementara inangnya sudah berangkulan, berbicara bahkan berteriak tanpa menggunakan masker dan jaga jarak maka virus yang sudah bereplikasi akhirnya terbuang di jalur droplet. Itu semua membuat penyebaran sebelum gejala nampak,” kata Ahmad.

“Kalau kita bicara SARS-CoV-2, jumlah partikel virus ini menumpuk sebelum gejala. Jadi kalau kita pakai rapid tes antibodi itu kita sudah terlambat. Karena untuk memutus rantai transmisi, mengenali secepat mungkin yang membawa virus ini,” imbuh Ahmad.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB