Berpotensi Jadi Episentrum Covid-19, Epidemiolog UGM: Mobilitas Penduduk Harus Dibatasi

- Publisher

Rabu, 23 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riris Andono Ahmad menyebut Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 dunia jika kasus positif corona terus bertambah dan penanganannya tidak lebih baik. Untuk mencegah penularan, pemerintah perlu melakukan pembatasan mobilitas penduduk.

“Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 jika tidak segera ada perubahan,” katanya.

BACA JUGA:  Menko Polhukam Menindaklanjuti Pembentukan Satgas TPPU

Menurutnya, Episentrum Covid-19 merupakan negara dengan transmisi terbesar, bukan sebagai pusat penularan Covid-19. Sebab penularan ini sudah terjadi di semua negara di dunia.

Direktur Pusat kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Kesehatan masyarakat dan Keperawatan UGM ini, memandang perlunya langkah cepat melakukan penghentian. Salah satunya dengan melakukan pembatasan mobilitas penduduk agar Indonesia tidak menjadi negara dengan transmisi Covid-19 terbesar.

BACA JUGA:  Batam Nihil Tambahan Kasus Positif COVID-19 pada Jumat

“Pembatasan mobilitas penduduk ini sangat penting sebab pergerakan orang menjadi faktor penyebar Covid-19,” katanya.

Apabila situasi telah terkendali, lanjutnya, pembatasan mobilitas sosial bisa kembali dilonggarkan. Namun jika nantinya dijumpai penularan Covid-19 yang meluas lagi, mobilitas penduduk segera dibatasi kembali.

BACA JUGA:  196 Makam Pasien COVID-19 Dibongkar, Rupanya 'Dicovidkan' Rumah Sakit

“Ada saatnya kencangkan social distancing dan ada saatnya longgarkan social distancing,” jelasnya.

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun masyarakat belum terlalu patuh dengan aturan.

“Pemerintah harus tegas dalam menerapkan kebijakan, terutama implementasi protokol Covid-19 di lapangan,” katanya. (RED/Okezone)

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru