Danjen Kopassus Sindir Gatot: Jangan Sembarang Pakai Baret Merah!

- Publisher

Selasa, 6 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danjen Kopassus Mayjen TNI M Hasan. Foto:ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

Danjen Kopassus Mayjen TNI M Hasan. Foto:ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

Jakarta, inikepri.com – Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI M Hasan meminta agar para purnawirawan tak sembarangan memakai baret merah. Hal ini terkait dengan peristiwa ricuh tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, beberapa waktu lalu.

Menurut Danjen Kopassus, penggunaan baret merah harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal ini tentu juga berlaku bagi Gatot Nurmantyo, yang notabene sebagai mantan Panglima TNI, dan ikut datang dalam kegiatan tabur bunga di TMP Kalibata.

“Kami selaku pembina korps mengimbau kepada seluruh purnawirawan maupun orang-orang yang mendapatkan kehormatan untuk memakai baret merah untuk menggunakannya dengan bijak.”

“Baret merah kehormatan bagi prajurit Kopasuss dan simbol-simbol yang harus dihargai,” kata Danjen Kopassus Mayjen TNI M Hasan, di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, disitat Inews, Senin 5 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Kongres KNPI XVI Maluku Utara, 34 DPD dan 80 OKP: Sepakati Haris Pertama Dua Periode

Kata dia, baret merah hanya boleh digunakan di acara yang berkaitan langsung dengan Kopassus. Aturan tersebut, kata dia sudah lama berlaku di korps pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) itu.

Dapat Banyak Aduan

Danjen Kopassus kemudian mengakui jika pihaknya telah mendapat banyak keluhan terkait penggunaan baret merah di ricuh tabur bunga, di TMP Kalibata.

Sejatinya, lanjut dia, sudah ada aturan khusus dalam penggunaan baret merah, dan ini sudah diketahui para purnawirawan. Di mana, tidak boleh digunakan pada tempat yang menimbulkan kontroversi. Itu perlu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada baret merah.

“Oleh karena itu pemakaiannya, penggunaannya harus terkait dengan acara Kopassus ini sendiri. Itukan sudah ada edarannya dari dulu. Kami juga mendapatkan banyak keluhan, kritikan juga keprihatinan tentang penggunaan baret tersebut,” ucap dia.

BACA JUGA:  Anak DN Aidit ke Gatot CS: Pengecut! Mau Disebut Hebat Tapi Enggak Mau Tarung

Dia pun mengimbau kepada seluruh pemilik baret merah, prajurit aktif maupun purnawirawan agar dapat menggunakannya secara bijak.

“Itu sebagai bentuk kehormatan kita kepada baret merah yang merupakan suatu simbol sangat dijunjung tinggi dari dulu,” kata Danjen Kopassus.

Gatot Membela

Sementara itu, beberapa waktu lalu Gatot sendiri sempat menyinggung penggunaan baret merah di kepalanya saat aksi tabur bunga di TMP Kalibata.

Menurut Gatot, kedatangannya di TMP Kalibata hanya sekadar undangan Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN). Di mana ketuanya adalah Letjen TNI Marinir Soeharto.

Gatot menegaskan, acara itu pun sudah diurus perizinannya ke Garnisun. “Kalau ke TMP itu lapor ke Garnisun, jadi kemarin yang saya tahu Pak Harto sudah mengirim surat ke Garnisun, Garnisun sudah membuat acaranya, susunan acara, karena itu seperti upacara, mengheningkan cipta, peletakan bunga, seperti itu,” kata Gatot disitat tvOne, Jumat 2 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Politisi PDIP: Kalau Masih Ngotot Reuni Akbar, Tembak Mati Pemimpinnya!

Undangan itu bukan hanya berlaku bagi Gatot saja. Sebab semua mantan panglima TNI, hingga mantan kepala staf angkatan darat, laut, udara, juga diundang.

“Karena beliau adalah ketua PPKN. Jadi semua purnawirawan berkumpul di situ, akan mengadakan ziarah kepada senior yang sudah gugur dan mengirimkan doa,” ujarnya.

Gatot menegaskan, kehadirannya di TMP Kalibata ketika itu bukan atas nama KAMI, kendati ditemani dua orang anggota lain. Andaipun dia menggunakan baret merah, karena ketika datang banyak pensiunan pasukan komando yang menggunakannya.

Sehingga dia yang awalnya pakai baret hitam kemudian menggantinya sebagai bentuk penghormatan. (ER/Hops)

Berita Terkait

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital
MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Berita Terbaru