Jakarta, inikepri.com – Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan umrah di tengah pandemi COVID-19 harus menyiapkan dana lebih. Sebab, biaya untuk berangkat ibadah ke Tanah Suci naik.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Azhar Ghazali, mengatakan kondisi itu sebenarnya tidak menyurutkan keinginan masyarakat berangkat umrah.
“Keinginan besar mereka ada cuman memang kalau melihat syarat-syarat yang begitu ketat dan juga tentunya biaya yang membengkak akibat mengikuti protap COVID-19 jemaah ada yang masih menunggu kondisi membaik dan normal,” kata Azhar saat dihubungi, Senin (2/11).
Azhar mengungkapkan, peningkatan biaya itu yang semula harga paket Rp 25 juta bisa menjadi Rp 30 juta. Sementara yang dari daerah seperti Makassar peningkatannya lebih tinggi dari Rp 30 juta sekarang Rp 38 juta.
Azhar mengatakan jumlah tersebut belum termasuk biaya tes PCR untuk mendeteksi COVID-19 sebanyak dua kali. Ia menegaskan setiap calon jemaah memang harus menerapkan protokol kesehatan.
“Jadi mereka yang berangkat nanti yang terseleksi dan bersedia mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan. Iya makanya sata bilang selektif bagi mereka yang benar mampu dan mau,” ujar Azhar.
Azhar menganggap diizinkannya kembali jemaah dari luar negeri termasuk dari Indonesia memasuki Arab Saudi membuat para pengusaha atau pengelola umrah bisa bernapas lega. Sebab, sudah sejak Februari 2020 usaha mereka telah berhenti. Saat ini, para pemilik travel umrah sudah berada di Saudi.
“Yang berangkat kemarin sebagian besar adalah owner, pengelola travel umrah yang bertujuan untuk melihat langsung kesiapan Saudi dalam menyambut jemaah umrah dari negara kita, termasuk juga bagaimana penerapan umrah di New normal umrah ini,” tutur Azhar.
“Nantinya kami akan mengedukasi dan sosialisasi kepada seluruh calon jemaah di Indonesia,” katanya. (RM/Kumparan)

















