Diprotes China, Pengeboran Minyak di Natuna Dijaga Ketat

- Publisher

Senin, 6 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: iSTOCKPHOTO

Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: iSTOCKPHOTO

INIKEPRI.COM – Pemerintah China meminta Indonesia untuk menghentikan eksplorasi migas dan latihan militer di Laut Natuna, lantaran wilayah itu diklaim China masuk teritori nine-dash-line mereka.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno memastikan, setiap pengeboran migas akan selalu dikawal ketat oleh petugas keamanan.

BACA JUGA:  Catat! Maskapai Dilarang Angkut Penumpang 6-17 Mei 2021

“Selama kegiatan operasi pengeboran, SKK Migas selalu berkoordinasi dengan Bakamla dan TNI AL untuk pengamanan drilling operation supaya berjalan lancar,” ujar Julius dilansir dari SINDONEWS.COM, Senin (6/12/2021).

Julius melanjutkan, pengeboran eksplorasi di Laut Natuna oleh Premier Oil sudah selesai akhir November lalu. Pengeboran ini sudah dimulai sejak Juli 2021. Diketahui, Premier Oil adalah salah satu dari tiga kontraktor yang beroperasi di Natuna selain Medco E&P Natuna dan Star Energy.

BACA JUGA:  Akurasi Data Migrasi Jadi Tantangan Kasus TPPO

“Sekarang drilling rignya sudah moving out ke tempat lain,” katanya.

Sebelumnya, kabar tentang protes China ini disampaikan oleh anggota DPR RI Komisi I Muhammad Farhan. Ia mengatakan, surat dari Diplomat China kepada Menteri Luar Negeri Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia diminta menghentikan pengeboran migas di wilayah tersebut karena wilayah itu dianggap masuk ke teritori mereka. (RP/SINDONEWS)

Berita Terkait

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terbaru