Malaysia Usul Bahasa Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN, Bagaimana Sikap Indonesia?

- Publisher

Jumat, 1 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Bahasa Melayu diusulkan Malaysia untuk menjadi bahasa resmi kedua (setelah bahasa Inggris) ASEAN.

Hal berbeda ditanggapi pihak Indonesia yang menganggap Bahasa Indonesia jauh lebih besar dan lebih layak ketimbang bahasa Melayu.

Pihak yang punya otoritas menanggapi perkara bahasa ini adalah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), atau biasa disebut sebagai Badan Bahasa.

BACA JUGA:  Tips Mudik Aman dengan Kendaraan Pribadi ala Polri

“Bahasa Indonesia jauh lebih layak daripada bahasa Melayu untuk menjadi bahasa kedua di ASEAN,” kata Kepala Badan Bahasa, Profesor Endang Aminudin Aziz, dilansir dari DETIKCOM, Kamis (31/3/2022).

Prof Amin mengklaim persebaran dan penutur Bahasa Indonesia jauh lebih luas dan banyak ketimbang bahasa Melayu. Pihak Malaysia mengklaim ada 300 juta penduduk ASEAN yang menggunakan Bahasa Melayu.

BACA JUGA:  Innalilahi, MenPan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

“Kalau misalnya sekarang penduduk kita saja sudah 276 juta (Bank Dunia: 273,5 juta), penduduk Malaysia berapa sih? Kan nggak sampai 100 juta kayaknya (Bank Dunia: 32,37 juta). Kalau ditambahkan dengan penutur bahasa Melayu di Brunei, di Thailand selatan, itu juga masih tetap lebih besar penduduk Indonesia,” ujar Amin.

Sebelumnya, 24 Maret, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan soal usulan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua ASEAN. Malaysia akan segera berbicara dengan pemimpin ASEAN untuk membahas usulan ini. Amin selaku Kepala Badan Bahasa tidak secara eksplisit menolak usulan Malaysia itu.

BACA JUGA:  Menlu RI Tekankan Pentingnya Pemuda dan Ekonomi Digital di ASEAN

“Bukan urusan menolak usulan Malaysia atau tidak menolak, tapi Bahasa Indonesia jauh lebih layak daripada bahasa Melayu,” kata Amin. (RP/DETIKCOM)

Berita Terkait

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI
Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026
ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital
Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

Berita Terbaru