KNPI Ajak Pemuda Indonesia-Malaysia Majukan Ekonomi Digital

- Publisher

Senin, 1 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Perwakilan KNPI Malaysia Tengku Adnan dalam diskusi daring yang diadakan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Minggu (31/7) malam. Foto: ANTARA

Ketua Badan Perwakilan KNPI Malaysia Tengku Adnan dalam diskusi daring yang diadakan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Minggu (31/7) malam. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengajak para pemuda yang berada di Indonesia dan Malaysia untuk lebih memajukan kerja sama di sektor ekonomi digital agar berbagai produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari kedua negara serumpun ini dapat semakin memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:

KNPI Kepri Terima Kunjungan MBM dan BP KNPI Malaysia

Perkuat Silaturahmi, KNPI Kepri Buka Bersama dengan MBM dan KNPI BP Malaysia

Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Perwakilan KNPI Malaysia Tengku Adnan dalam diskusi daring yang diadakan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Minggu (31/7) malam.

BACA JUGA:  Pergoki Tengah 'Wikwik', Pria Ini Tembak Selingkuhan Istrinya

“Kita harus ambil peran. Jangan sampai (kita) hanya menjadi pasar saja di dunia digital. Kita kuasai pasar kita, mulai dari pemuda Indonesia dan Malaysia bergandengan, bahu membahu untuk jadi pelaku utama di dunia ekonomi digital,” kata dia, dilansir dari ANTARA, Senin 1 Agustus 2022.

Lanjut Adnan, jaringan pemuda di Indonesia dan Malaysia sangat luas sehingga rugi kalau potensi besar ini tidak dimanfaatkan untuk memajukan ekonomi digital di dua negara serumpun ini, katanya

BACA JUGA:  Rusia Pertimbangkan Gunakan Sistem Perbankan Syariah

“Tidak masalah produknya tradisional, tapi pengembangan pemasarannya secara digital. Kita gandeng pelaku UMKM di sekitar kita dan gunakan teknologi digital milik dua negara untuk memasarkannya,” jelas Adnan.

KNPI Malaysia, sambung dia, belakangan ini sudah berpikir bagaimana untuk memiliki aplikasi e-commerce yang bisa menyuplai produk-produk kedua negara.

“Kami orang Indonesia yang ada di Malaysia bisa belanja dari sini tapi produknya bisa sampai ke kampung (Indonesia). Sebaliknya sama ada orang Malaysia di Indonesia belanja dari Indonesia tapi produknya bisa sampai di Malaysia,” ujar dia.

BACA JUGA:  Wow! Pandemi Corona, Utang Inggris Capai 39 Kuardriliun Rupiah

“Harus ada yang mendorong supaya barang itu jadi,” kata Adnan yang tampil sebagai pembicara dalam diskusi bertema Prospek Hubungan Kepemudaan Indonesia-Malaysia dalam Memperkuat Persatuan ASEAN itu.

Sementara itu, Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Slim, Perak, Mohd Zaidi Aziz, pun setuju dengan Ketua Badan Perwakilan KNPI Malaysia itu bahwa kemajuan teknologi informatika dan telekomunikasi saat ini harus dapat diambil manfaatnya sebaik-baiknya supaya kedua negara tidak sekedar menjadi pasar, tetapi bisa semakin berkarya.

“Termasuk dalam hal pendidikan sehingga ada manfaat yang dapat dirasakan kedua negara,” katanya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Berita Terbaru