Draf Rancangan Perpres Publisher Right Masuk Tahap Pembahasan

- Publisher

Jumat, 3 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: PEXELS

Ilustrasi. Foto: PEXELS

INIKEPRI.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memperoleh izin prakarsa dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembahasan draf rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Publisher Right atau hak cipta jurnalistik.

“Jadi sudah dalam tahap pembahasan, setelah keluarnya izin prakarsa dari Presiden (Joko Widodo), melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), itu update-nya,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kominfo, Usman Kansong, saat ASEAN Workshop on Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in the Media di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (2/3/2023).

BACA JUGA:  UAS Ditolak Berdakwah di 5 Kota Indonesia, Terbaru di Jonggol

BACA JUGA :

Ninik Rahayu Terpilih sebagai Ketua Dewan Pers Periode 2022-2025

Usman mengatakan, izin prakarsa untuk melakukan pembahasan-pembahasan lanjutan draf rancangan Perpres Publisher Right untuk Kementerian Kominfo sudah dirilis satu pekan lalu melalui Kemensetneg.

Dalam izin itu, Kementerian Kominfo harus membahas kembali draf yang diajukan kepada Presiden bersama panitia antarKementerian dan Lembaga (K/L), termasuk Dewan Pers.

“Jadi nanti akan ada Kominfo, Kementerian Koordinator Bidang Pokitik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), Kemensetneg dan Sekretariat Kabinet (Setkab), dan Dewan Pers,” tutur Usman Kansong.

Dalam surat izin prakarsa tersebut, Kementerian Kominfo harus membahas draf itu dengan pihak-pihak yang akan terdampak regulasi hak cipta jurnalistik tersebut, yakni platform media sosial seperti Facebook, Google, dan TikTok.

BACA JUGA:  Rancangan Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

“Kemarin kita sudah membahas draf itu bersama platform Facebook, Meta, Google dan TikTok. Besok kita akan bahas lagi, kita undang juga platform, Dewan Pers dan panitia antar kementerian,” ungkap Dirjen Usman.

Dalam hal ini Kementerian Kominfo mengundang platform sebagai pihak terdampak, untuk memberi masukan terkait, namun .

Dia juga tidak menutup kemungkinan platform-platform media sosial terdampak bisa hengkang dari Indonesia jika menerapkan regulasi Publisher Right seperti yang terjadi di Australia dan Kanada.

BACA JUGA:  Misteri Motif Irjen Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

“Karena itu tadi kita berusaha undang mereka (platform medsos). Kita lihat apakah masukannya bisa diakomodasi atau tidak,” imbuh Usman.

Dirjen IKP Kominfo berharap dampak atau reaksi negatif akibat penerapan regulasi Publisher Right tidak terjadi, seperti ketika menerapkan pemblokiran terhadap platform yang tidak mendaftar ulang ke Kementerian Kominfo.

“Mudah-mudahan dengan arahan presiden agar kita melibatkan platform dalam pembahasan atau mereka yang terdampak, hal-hal yang terjadi di negara lain bisa dikurangi, syukur-syukur tidak ada,” tutup Usman Kansong. (RP)

Berita Terkait

Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya
Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya
Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya
BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar
Mau Tambah Nama di Kartu Keluargan karena Kelahiran atau Nikah? Simak Syarat dan Cara Mengurusnya
Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah
Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:00 WIB

BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Mau Tambah Nama di Kartu Keluargan karena Kelahiran atau Nikah? Simak Syarat dan Cara Mengurusnya

Berita Terbaru