Empat Strategi Besar dalam Pengembangan Koperasi dan UMKM

- Publisher

Selasa, 30 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koeprasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Indonesia mempunyai 400 koperasi modern. Sebanyak 220 koperasi modern. Foto: Kemenkop UKM

Menteri Koeprasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Indonesia mempunyai 400 koperasi modern. Sebanyak 220 koperasi modern. Foto: Kemenkop UKM

INIKEPRI.COM – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan terdapat tiga tantangan yang dihadapi UMKM Indonesia yaitu, Akses Pembiayaan dan Permodalan, Akses Pasar dan Promosi, serta Akses Bahan dan Alat Produksi.

Untuk itu, dalam mengatasi tiga tantangan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM memiliki empat strategi besar dalam upaya pengembangan koperasi dan UMKM. Hal tersebut disampikannya saat melakukan kunjungan kerja di Belanda beberapa waktu lalu.

“Pertama, Akses Pasar dan Ekspansi Digital. Kedua, Peningkatan Akses terhadap Pembiayaan. Ketiga, Perluasan Kemitraan Strategis, serta keempat, Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan UMKM,” kata Menteri Teten seperti yang dikutip InfoPublik Senin (29/1/2024).

BACA JUGA:  Pemerintah akan Berupaya Perbarui Landasan Hukum Koperasi

Terkait dengan program Pengembangan Kewirausahaan Nasional, Kemenkop UKM melaksanakan beberapa program pendukung lainnya. Yaitu Entrepreneur Development (Konsultasi dan Pendampingan Bisnis), iStartup.id (Inkubasi dan Akselerasi Bisnis).

BACA JUGA:

Kemenkop UKM Gandeng BPS Lakukan Pendataan Koperasi dan UMKM

Kemudian EFF (Program Akses Finansial), E-Hub (Platform Ekosistem Wirausaha Terpadu), dan Transformasi Digital UMKM.

Menteri Teten mengatakan Indonesia mempunyai 400 koperasi modern. Sebanyak 220 koperasi modern di antaranya, merupakan koperasi pertanian, sedangkan 180 lainnya merupakan koperasi non-pertanian.

Kemenkop UKM sendiri memiliki dua Badan Layanan Umum (BLU) Koperasi dan UMKM, yaitu Badan Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan Badan Pelayanan Pemasaran (LLP) atau sering disebut SMESCO.

BACA JUGA:  Kemenkop UKM Gandeng BPS Lakukan Pendataan Koperasi dan UMKM

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa menyatakan dukungan terhadap upaya KemenKopUKM sebagai salah satu anggota KNEKS untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia.

Salah satunya dengan mengajak Programma Uitzending Managers (PUM) Netherlands Senior Experts. Putu mengatakan hal ini sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI sebagai Ketua Harian KNEKS untuk membangun pusat-pusat inkubasi.

“Khususnya bagi industri halal di berbagai daerah sebagai pusat pembinaan dan penyemaian bisnis syariah yang didukung infrastruktur digital yang menjadi sarana interaksi antar pelaku bisnis syariah,” kata Putu.

BACA JUGA:  Nama Dicatut, Ketum KNPI Haris Pertama Akan Lapor ke Bareskrim Polri

Struktur populasi pengusaha Indonesia yang mencapai lebih dari 64 juta unit usaha dan 127 ribu koperasi. Peran UMKM dalam perekonomian nasional Indonesia sangat sentral, mengingat 99 persen pengusaha di Indonesia adalah pelaku UMKM.

“UMKM menyumbangkan kontribusi terhadap PDB sebesar 61 persen, serta menyerap 97 persen dari total tenaga kerja. Namun, rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,47 persen dan rasio rantai nilai global sebesar 4,1 persen,” katanya. (RBP)

Berita Terkait

Polri Keluarkan Aturan Tegas! Personel Dilarang Nge-Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor
KTP Hilang Tak Perlu Panik! Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Pengantar RT/RW
UMP 2027 Terancam Molor? Dewan Pengupahan Nasional Masih Kosong, Buruh Belum Diajak Bahas
Geger! Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo, Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp22.000
Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya
Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya
Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya
BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:34 WIB

Polri Keluarkan Aturan Tegas! Personel Dilarang Nge-Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor

Minggu, 1 November 2026 - 07:35 WIB

KTP Hilang Tak Perlu Panik! Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Pengantar RT/RW

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:15 WIB

UMP 2027 Terancam Molor? Dewan Pengupahan Nasional Masih Kosong, Buruh Belum Diajak Bahas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Geger! Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo, Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp22.000

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya

Berita Terbaru