Kedutaan Besar Palestina Resmi Didirikan di London, Tandai Babak Baru Sejarah

- Publisher

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot saat mengangat plakat Kedutaan Besar Palestina di London, Inggris. Foto: X - @egypt_uk

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot saat mengangat plakat Kedutaan Besar Palestina di London, Inggris. Foto: X - @egypt_uk

INIKEPRI.COM – Sejarah baru tercatat di London. Untuk pertama kalinya, Kedutaan Besar Palestina resmi berdiri di ibu kota Inggris, setelah status Misi Palestina ditingkatkan menjadi Kedutaan Besar.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menyampaikan pidato penuh makna di hadapan para pendukungnya, Senin (22/9/2025). Sambil mengangkat plakat bertuliskan “Kedutaan Besar Negara Palestina”, Zomlot menegaskan bahwa momen ini merupakan koreksi atas ketidakadilan sejarah panjang yang dialami rakyat Palestina.

BACA JUGA:  Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk

“Di kota yang sama lahirnya Deklarasi Balfour, setelah lebih dari satu abad penyangkalan, perampasan, dan penghapusan. Pemerintah Inggris akhirnya mengambil langkah bersejarah dengan mengakui Negara Palestina,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menyebut pengakuan tersebut bukan hanya simbol, melainkan tanggung jawab besar bagi Inggris untuk mengakhiri penindasan dan mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, keputusan ini sekaligus menjadi penolakan terhadap genosida, kelaparan, serta pendudukan permanen yang masih dialami rakyat Palestina, terutama di Gaza dan Tepi Barat.

BACA JUGA:  Menlu RI: Evakuasi Warga Palestina hanya sementara

Sebagai penutup acara, bendera Palestina dikibarkan di luar gedung kedutaan. Zomlot menjelaskan bahwa warna bendera mencerminkan duka, harapan, tanah, dan pengorbanan rakyat Palestina.

BACA JUGA:  Haji Tahun ini Berbeda. Jamaah Dibatasi 10 Ribu Jama'ah, Umur Dibatasi dan Wajib Jaga Jarak

“Palestina akan hidup, bangkit, dan merdeka,” tegasnya, menutup pidato.

Peresmian kedutaan ini berlangsung sehari setelah Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, meski menuai penolakan keras dari Israel dan Amerika Serikat.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru