INIKEPRI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan operasional Terminal BBM Karimun di Kepulauan Riau tetap berjalan normal, meskipun sempat terseret dalam daftar sanksi terbaru Uni Eropa terkait dinamika perdagangan energi global.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, menegaskan bahwa isu tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap aktivitas operasional di lapangan.
Ia menyebut, Terminal BBM Karimun justru memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional, bahkan masih memiliki peluang besar untuk pengembangan kapasitas ke depan.
“Operasional tetap berjalan seperti biasa. Bahkan ke depan, fasilitas di Karimun ini bisa menjadi salah satu penguatan infrastruktur energi kita, karena masih tersedia ruang untuk penambahan kapasitas penyimpanan,” ujar Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (4/5/2026) malam.
Menurutnya, pemerintah tetap fokus menjalankan agenda pengembangan sektor energi tanpa terpengaruh dinamika geopolitik global. Ia menilai isu sanksi tersebut bukan hal baru dan tidak mengganggu arah kebijakan nasional.
“Kita tetap on track. Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, sehingga kerja sama energi dengan berbagai negara tetap berjalan dan tidak bergantung pada satu pihak saja,” katanya.
Sebelumnya, Uni Eropa memasukkan Karimun Oil Terminal ke dalam paket sanksi ke-20 terhadap Rusia yang diumumkan pada 23 April 2026. Terminal tersebut disebut berkaitan dengan dugaan aktivitas penghindaran pembatasan harga minyak Rusia melalui jaringan kapal bayangan.
Dalam paket tersebut, Uni Eropa memperluas daftar sanksi di sektor energi, keuangan, hingga perdagangan, termasuk pembatasan terhadap ratusan kapal serta entitas yang dinilai terlibat dalam rantai distribusi energi Rusia.
Meski demikian, pemerintah Indonesia memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak berdampak terhadap operasional domestik maupun rencana pengembangan Terminal BBM Karimun.
Dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, terminal ini dinilai tetap menjadi salah satu aset penting dalam memperkuat logistik energi nasional sekaligus mendukung aktivitas distribusi di kawasan regional.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















