Selain Brompton, ini Lima Alternatif Sepeda Lipat Yang Keren

- Publisher

Senin, 29 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Sepeda buatan Inggris bernama Brompton benar-benar nge-hits di Indonesia. Modelnya yang imut dan ringkas bila dilipat sangat digemari di nusantara ini. Nah, bagi yang mencari sepeda pembanding, sebenarnya ada beberapa merek lain yang juga atraktif. Sama-sama punya roda kecil, sama-sama seru untuk digowes atau dikoleksi.

Di tulisan ini, ada lima merek yang ditampilkan. Walau sebenarnya ada masih banyak merek lain. Lima ini dipilih karena punya latar belakang dan history merek menarik, plus kenyamanan saat digunakan. Berikut lima merek seru tersebut:

1. Alex Moulton

Sepeda ciptaan Alexander Eric Moulton (biasa dipanggil Alex Moulton) ini juga berasal dari Inggris. Perusahaan ini didirikan pada 1962, dan termasuk pionir sepeda roda kecil. Waktu itu, Moulton berpikir bahwa sepeda model “diamond” (bentuk umum) pada waktu itu kurang seusai untuk perempuan, khususnya untuk belanja. Dia pun merancang sepeda dengan ukuran ban kecil, plus memakai suspensi, agar nyaman digunakan sehari-hari.

Lihat saja fotonya. Bentuknya sangat unik. Bersuspensi “cone” ala mobil Mini Cooper lama. Ini bukan kebetulan. Perancang sistem suspensi mobil Mini terdahulu adalah Alex Moulton sendiri.

BACA JUGA:  Istilah “Yapping” Kian Viral: Bahasa Gaul Baru yang Menguasai Media Sosial

Bagi yang berminat, model entry level-nya adalah TSR 9 yang sangat nyaman dipakai. Dilengkapi grupset 9-speed dan suspensi depan-belakang.

Kalaupun ada “keluhan” dari penggemar sepeda roda kecil: Sepeda Alex Moulton tidak bisa “dilipat.” Melainkan harus dilepas-lepas (mutilasi) kalau ingin disimpan atau dibawa dalam bentuk lebih ringkas. Catatan tambahan: Beberapa model lain bahkan sama sekali tidak bisa dilepas frame-nya.

2. Bike Friday

Sepeda lipat ini masih dibuat di Amerika. Tepatnya di Eugene, Oregon. Variannya sangat beragam. Mulai dari yang bisa dilipat cepat sampai sepeda lipat a la mini velo. Dan Bike Friday bisa meng-custom sepeda sesuai kebutuhan pemiliknya. Baik secara warna, ukuran, maupun pilihan grupset. Ini yang membuat sepeda Bike Friday termasuk memiliki performa tinggi untuk jenisnya. Nyaris setara sepeda ukuran roda normal.

Bike Friday juga membuat sepeda Haul-a-Day. Sepeda kargo dengan opsi e-bike. Selain dapat mengangkut barang, sepeda ini juga bisa diajak membonceng anak kecil, mengantarkannya ke sekolah.

BACA JUGA:  Ini Cara Mencegah Lemas saat Puasa

3. Tyrell

Sepeda ini didesain dan dibuat di Jepang. Tepatnya di Shikoku, Kagawa. Dirancang oleh desainer asli Jepang, yang punya impian membuat kendaraan mobilitas sehari-hari dan “fun to ride.” Slogan perusahaan menggambarkan impian tersebut: “Ive Emotion” yang Inggris “benar”-nya adalah “I Have Emotion.”

Sepeda ini cukup laku di Jepang. Sekarang sudah merambah berbagai negara di dunia. Jenisnya bermacam-macam. Dari harga yang terjangkau sampai yang mahal, tergantung dari spesifikasi. Pemakaian grupset eksternal juga membuat sepeda ini memiliki performa bagus. Posisi lipatannya pun termasuk ringkas.

Overall, sepeda ini enak dikendarai dan relatif ringan untuk sebuah sepeda lipat.

4. Dahon

Sepeda lipat merek Taiwan ini diciptakan oleh David T. Hon dan Henry Hon pada 1982. Mereka termasuk pencipta sepeda lipat pertama di dunia dengan ukuran yang begitu kecil, sehingga bisa diletakkan di bawah kursi kereta.

BACA JUGA:  Beli Kendaraan Baru atau Balik Nama Tak Dapat BPKB Lagi, Jangan Kaget Ya!

Pabrik Dahon adalah produsen sepeda lipat terbesar di dunia. Dahon juga memiliki berbagai macam seri. Dari yang murah hingga yang puluhan juta rupiah. Sepeda ini lebih mudah dijumpai di berbagai toko sepeda di perkotaan.

Dahon cukup digemari di kalangan pesepeda. Grupset yang umum dijumpai membuatnya lebih praktis lagi dipakai.

5. Tern

Produsen sepeda Tern bermarkas di Taiwan, eksis sejak 2011. Pendirinya adalah Florence Shen dan Joshua Hon, yang tak lain adalah istri dan anak dari pendiri sepeda Dahon. Nama “Tern” terinspirasi dari jenis burung Artic, yang jarak migrasinya paling jauh di antara semua binatang yang melakukan migrasi.

Sepeda Tern cukup nyaman dikendarai sehari-hari. Apalagi dengan ban yang sedikit lebih besar dari sepeda lipat pada umumnya. Tern memiliki banyak seri. Dan sekarang ikut merambah pasar e-bike. Harganya juga bervariasi, dan sepeda ini tidak kalah beken di kalangan pecinta sepeda lipat.

 

Berita Terkait

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya
Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Lulusan Madrasah Kini Lebih Fleksibel Mendaftar
iPhone Edisi 20 Tahun: Apple Bawa Layar Melengkung di Semua Sisi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Senin, 4 Mei 2026 - 08:18 WIB

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

Rabu, 29 April 2026 - 07:52 WIB

Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI

Senin, 27 April 2026 - 12:42 WIB

Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp

Berita Terbaru