IDI Sebut Rapid Test Palsu Semua, dokter Tirta: Ngeri EDYAAAAAAAN!

- Admin

Rabu, 23 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan hasil negatif pada alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 usai memeriksa salah satu pedagang di kawasan Relokasi Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2020). Pemeriksaan cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di tempat keramaian. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz

Petugas menunjukkan hasil negatif pada alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 usai memeriksa salah satu pedagang di kawasan Relokasi Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2020). Pemeriksaan cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di tempat keramaian. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz

Jakarta, inikepri.com – Pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar soal rapid test palsu semua baik itu positif atau negatif menjadi perhatian. Beberapa influencer mengomentari pernyataan IDI Makassar tersebut, termasuk Dokter Tirta Hudhi dan Deddy Corbuzier.

Dalam cuitannya di akun media sosial masing-masing, mereka berkomentar kaget. Di akun Twitter, Dokter Tirta kaget dengan ungkapan: “Ngeri iki EDYAAAAAAAN SUANGAAAAAR.”

Dalam cuitannya, Dokter Tirta menyinggung perubahan orientasi tes cepat atau rapid test. Pada awal-awal kasus Covid-19, rapid test dipakai untuk screening tapi sekarang kok malah dijadikan syarat administratif untuk mengurus keperluan semacam SKCK.

Dengan modal surat keterangan sehat Covid-19 dari rapid test itu, sekarang malah dipakai untuk pelesiran bukan berkegiatan yang penting. Dia juga menyindir bisnis rapid test, dulu biaya tes cepat ini bisa mencapai Rp400 ribu sekarang kok jadi Rp95 ribu saja.

Baca Juga :  Hari Pahlawan, Jokowi Akan Anugerahkan Gatot Nurmantyo Bintang Mahaputera

“Dapet surat keterangan sehat berlaku 14 hari. Dan bisa jalan-jalan ke mana-mana. Surat sakti. Ini yang bikin aturan rapid berlaku 14 hari siapa yaaah Hahahaha,” tulisnya.

Deddy Corbuzier Kaget Rapid Test Palsu Semua

Deddy Corbuzier. Foto Instagram @mastercorbuzier

Tak kalah kaget, Deddy Corbuzier merasa komentar tersebut menarik. Pertama pernyataan keluar dari IDI sebagai lembaga yang punya otoritas dalam dunia kesehatan serta yang memberitakan komentar IDI itu adalah media daring besar, Kompas.

Baca Juga :  Ketua Umum HIPMI Dicegah ke Luar Negeri, Sudah Tersangka?

Deddy meyakini, berita yang dimuat Kompas itu bukan hoax, apalagi tayang di media terkenal. Dia kemudian bertanya konsekuensinya bagaimana mereka yang selama ini gencar menolak rapid test.

“Eh menarik nih… Kompas pula yang nulis… Gak hoax doong… Atau HOAX.. Mari pusing bersama… Jadi yangg heboh nolak rapid test bener dong?” tulis Deddy di akun Instagramnya.

https://www.instagram.com/p/CFdgKN5HGF9/?igshid=10qvkzjrbpnk2

Gara-Gara Pj Wali Kota Makassar

Ilustrasi penelitian covid-19 Foto: Antara

Pernyataan IDI Makassar yang heboh itu muncul merespons Pelaksana jabatan Wali Kota Makassar yang memilih menggunakan tes usap atau swab test untuk mengonfirmasi positif atau tidak kena Covid-19.

Baca Juga :  Sertifikat Vaksinasi Tak Jadi Syarat Mengurus Keperluan di Disdukcapil

Si pejabat tersebut sebelumnya berkontak dengan Ketua KPU Arief Budiman, yang dinyatakan positif Covid-19.

Mengomentasi sikap pejabat Kota Makassar itu, Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin meminta si pejabat itu untuk melakukan tes usap.

Menurut dr Wachyudi, disitat dari Kompas.tv, hasil rapid test positif atau negatif semua palsu dan bukan rekomendari dari IDI.

Menurut Humas IDI Makassar itu, seharusnya Rudy Djamaluddin langsung tes usap dan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setelah bertemu dengan orang dengan riwayat positif Covid-19. (RED/Hops)

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB