Biografi Anton Permana Aktivis KAMI, Mulai Dari Bisnis Puyuh Sampai Calon Wali Kota

- Admin

Jumat, 16 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(YouTube Anton Permana)

(YouTube Anton Permana)

Batam, inikepri.com – Delapan aktivis Koaliasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap Bareskrim Polri. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai dugaan pelanggaran pasal UU ITE. Selain nama beken seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat, di antara aktivis KAMI yang ditangkap itu ada nama Anton Permana. Siapa sih Anton Permana, bagaimana rekam jejaknya?

Anton ditangkap polisi karena diduga menulis dan menyebarkan berita hoaks terkait Omnibus Law di Facebook dan WhatsApp. Sebelum ditangkap polisi, Anton Permana dikenal sebagai pengamat sosial politik dan salah satu deklarator KAMI.

Nah berikut ini rejam jejak Anton Permana sebagaimana dikutip dari Suara.com.

Pebisnis Puyuh

Sebelum namanya muncul di pentas nasional, Anton Permana dikenal sebagai pebisnis puyuh organik. Anton aktif memberi pengarahan potensi pasar puyuh kepada masyarakat.

Aktivisme Anton dalam bidang usaha ini sampai juga pada pembinaan SDM peternak, manajemen SOP produksi, operasional dan pemasaran digital peternak puyuh.

Baca Juga :  Kemenkes : Rapid Test Paling Mahal Rp 150.000

Nyalon Wali Kota

Selain aktif di bidang bisnis, Anton juga terjun dalam bidang kepemudaan dan sosial politik. Dia aktif menuliskan gagasan di media sosial.

Pada 2017, Anton mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Payakumbuh melalui Partai Gerindra. Tapi Anton memutuskan membatalkan pencalonan dirinya untuk maju di Pilwakot Payakumbuh 2017.

Sebelum dia mencalonkan diri sebagai wali kota, Anton merupakan tim sukses calon Wali Kota Payakumbuh lainnya, Riza Falepi dari partai PKS.

Alumni Lemhannas

Anton Permana (Minangkabaunews.com)

Nah sebelum dikenal sebagai deklarator KAMI, Anton pernah mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVIII Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas) Tahun 2018.

Dari bidang organisasi masyarakat, Anton aktif di Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI).

Baca Juga :  Hore! Operasi Zebra 2020 Tidak Ada Tilang, Polri Ungkap Masyarakat Bahagia

Anton menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah FKPPI Provinsi Kepulauan Riau. Anton juga menduduki kursi Direktur Eksekutif Tanhana Dharma Mangrwa Institute.

Kolumnis kritis Jokowi

Anton sering mengkritik Presiden Joko Widodo melalui tulisannya yang kontroversial dan diunggah di berbagai akun sosial media. Selain itu, Anton juga kerap membagikan opini-opini kontroversialnya di sejumlah media online.

Anton juga dikenal sebagai kolumnis di berbagai media daring. Dia juga aktif dengan konten video analisis di YouTube. Di YouTube, video-video Anton menganalisis soal peta geopolitik. Dalam profil YouTube, Anton menuliskan diri sebagai analis geopolitik dan geostrategis.

Bubarkan BPIP Sampai Negara Kesatuan Polisi Indonesia

Beberapa bulan lalu, Anton menjadi perhatian nasional karena tulisannya berjudul Bubarkan BPIP.

Tulisan Anton berjudul lengkap ‘Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Cita Rasa Komunis’ pada Februari 2020. Bahkan tulisan tersebut sempat dimuat di beberapa media online.

Baca Juga :  Tjahjo Kumolo Beri Sinyal, PNS Dapat Uang Pensiun Rp1 Miliar

Dalam tulisannya tersebut, Anton mencantumkan diri sebagai Lembaga Ketahanan Nasional RI atau Lemhannas. Makanya setelah tulisan Anton itu viral, Lemhannas turut berkomentar terkati tulisan Anton Permana.

Biro Humas Settama Lemhannas RI menjelaskan tulisan Anton merupakan buah pemikiran dan tanggung jawab pribadi sebagai warga negara yang memiliki hak berpendapat. Selain itu, Lemhannas juga menyebut bahwa tulisan yang dibuat oleh Anton tidak ada hubungannya dengan Lemhannas RI sebagai institusi.

Nah kekinian Anton dipolisikan karena tulisannya di media sosial yang menyebutkan NKRI sebagai Negara Kepolisian Republik Indonesia. Plesetan itu diunggah di medsos. Ia juga menyebut negara sedang dijajah, sehingga Polri mensinyalir hal itu sebagai hoaks dan ujaran kebencian. (RM/Hops)

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB