Setelah menyadari antusiasme rakyat begitu besar menyambut kepulangan Habib Rizieq, Tony melihat Istana mulai lebih adem, persuasif melalui pernyataan Menkpolhukam Mahfud MD, semalam sebelum tibanya Habib Rizieq di Tanah Air.
Baca juga : Yuk Ingat Lagi 7 Kasus Rizieq Shihab: Diduga Hina SBY, Agama dan Balada Cinta
“Istana mengubah strategi dan cara berkomunikasi. Lebih soft, persuasif dan tidak sembrono lagi. Tak ada pilihan lain. HRS pulang ingin melakukan “revolusi moral”, kata pihak istana. Kalimat ini terus diulang-ulang. Pengulangan dan penonjolan kata “revolusi moral” seperti disengaja agar kepulangan HRS menjadi kehilangan heroismenya,” kata Tony menganalisis.
Tony mengatakan publik bisa saja membaca, penggunaan istilah revolusi moral pada Habib Rizieq ini, upaya tersembunyi mengerem dan meredam gerakan yang dipimpin Habib Rizieq.
“Kata “revolusi moral” yang terus digaungkan Istana dibaca publik seolah ingin memengaruhi opini bahwa HRS tidak akan melakukan revolusi politik. Hanya revolusi moral,” jelas Tony.
Revolusi Moral Lunakkan Habib Rizieq?
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















