RNA 98: Rizieq Harus Berani Minta Kasusnya Dilanjutkan, Agar Sejalan Dengan Revolusi Akhlak!

- Publisher

Selasa, 10 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Junaidi Rizal (ist)

Sayed Junaidi Rizal (ist)

INIKEPRI.COM – Kepulangan Habib Rizieq Shihab yang sudah lama ditunggu pendukungnya, Selasa (10/10/2020), mendapat pandangan beragam dari masyarakat Indonesia.

Salah satunya dari Sayed Junaidi Rizal Ketua Rembug Nasional Alumni (RNA) 98.

Dari rilis yang diterima inikepri.com, Sayed menilai, masih banyak polemik perihal kepulangan Imam Besar FPI tersebut.

“Mengenai status visanya, apakah kepulangannya karena deportasi atau tidak? akan tetapi secara positif yang bisa diambil adalah pemerintah tidak pernah mencabut paspor HRS sehingga dia bisa pulang ke tanah air,” katanya.

BACA JUGA:  "Titip Sidang Aja Pak", Budaya Korupsi yang Mau Diberantas Listyo

Baca Juga: Orasi Pertama, Rizieq Shihab: Revolusi Akhlak Dimulai Hari Ini

Lebih lanjut, Sayed mengapresiasi keberanian kepulangan Habib Rizieq Shihab bertepatan dengan Hari Pahlawan.

“Namun, kami (RNA 98-Red) lebih akan mengapresiasi jika Rizieq Shihab meminta kasus yang menjeratnya tetap dilanjutkan dengan azas praduga tidak bersalah, apalagi HRS mulai menggaungkan ‘revolusi akhlak’. Ini akan lebih baik, agar HRS tidak tersandera terus menerus dengan soal ini, biarlah pengadilan yang menentukan HRS bersalah atau tidak,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:  Budi Arie: Bangun Daerah Wisata Memerlukan Waktu Lama

Baca Juga: Yuk Ingat Lagi 7 Kasus Rizieq Shihab: Diduga Hina SBY, Agama dan Balada Cinta

RNA 98 juga menyayangkan tindakan para pendukung fanatik HRS saat menjemput imam besarnya tersebut, hingga mengakibatkan kemacetan dan tertundanya beberapa penerbangan dari bandara Soekarno-Hatta.

BACA JUGA:  Jual Rokok 'Ketengan' Bakal Dibatasi, Ini Keppres yang Mengaturnya

“Belum lagi banyaknya fasilitas publik dan bandara yang rusak akibat show force berlebihan oleh pendukungnya. Tentu ini tidak sejalan dengan ‘revolusi akhlak’ yang digembar-gemborkan HRS,” sambung Sayed.

“Menurut hemat kami, konsep revolusi akhlak itu membawa kedamaian dan kenyamanan bagi orang lain. Bukan sebaliknya,” tukasnya. (RWH)

Berita Terkait

Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya
Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen
ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:08 WIB

Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:35 WIB

ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Berita Terbaru