Minggu, 28 Februari 2021
log
Ikuti Kami di :
20 Jan 2021
(Bantenhits/suara.com)
(Bantenhits/suara.com)

INIKEPRI.COM – Potongan kepala diduga korban Sriwijaya SJ 182 ditemukan terdampar di Pantai Kis Tangerang, Banten. Lokasi Pantai Kis berdekatan dengan Pulau Lancang, yang merupakan titik dekat jatuhnya pesawat pada dua pekan lalu. Potonga kepala diduga korban Sriwijaya SJ 182 itu ditemukan bocah 10 tahun yang sedang bermain di Pantai Kis.

Temuan potongan tubuh itu sudah dievakuasi oleh polisi dan sudah diserahkan ke Posko Basarnas Kabupaten Tangerang dan akan diserahkan ke Posko Basarnas Pusat untuk dipastikan apakah benar potongan kepala itu korban Sriwijaya Air atau tidak.

Bocah Nemu Potongan Kepala Korban Sriwijaya

Bocah 10 tahun yang menemukan potongan kepala itu adalah Angga. Kepada polisi, Angga mengaku kemarin siang sedang bermain di sekitar Pantai Kis, lalu dia melihat ada rambut dengan separuhnya tertutup pasir. Setelah dikorek-korek, Angga kaget bukan main, sebab ternyata rambut berpasir itu adalah potongan kepala manusia. Salah seorang warga mengatakan demikian.

“Pas anak itu (Angga) lagi main di pantai lalu melihat ada rambut yang separuhnya tertutup pasir kemudian dia korek-korek ternyata itu potongan kepala manusia diduga milik korban Sriwijaya Air,” dikutip dari Suara.com, jaringan Hops.ID, Rabu 20 Januari 2021.

Temuan Angga itu kemudian diteruskan ke Polsek Pakuhaji. Kepada Suara.com, Kapolsek Pakuaji AKP Dodi Abdul Rohim mengatakan jajarannya menerima laporan temuan potongan kepala itu kemarin pukul 14.00.

Mendapati laporan itu, jajaran Polsek Pakuhaji langsung meluncur ke TKP.

Kapolsek Pakuhaji meyakini potongan kepala itu adalah korban Sriwijaya Air. Namun untuk pastinya, perlu dicek oleh tim DVI Mabes Polri.

“Kenapa kita yakini itu (bagian tubuh) korban Sriwijaya Air karena posisi pantai Kis ini berdekatan dengan pulau Lancang bahkan dari sini keliatan,” jelas Kapolsek.

Tragedi Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak hilang kontak dan jatuh di wilayah Kepulauan Seribu Sabtu dua pekan lalu.

Sejumlah warganet menjadikan insiden yang menimpa pesawat ini sebagai perbincangan hangat. Salah satunya ada yang menyebut bahwa armada pesawat yang digunakan telah berusia hingga puluhan tahun.

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan jika pesawat Sriwijaya Air SJ182 sempat terbang ke arah yang bukan semestinya sesaat sebelum kecelakaan. Menurut keterangan, petugas sempat melihat pesawat ini terbang ke arah 75 derajat. Padahal seharusnya burung besi itu melaju ke barat laut.

Baca Juga: Ini Kronologi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Berbagai kalangan berspekulasi dan mengulas kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182. Ada yang menduga pesawat meledak di udara sebelum jatuh ke laut, ada pula yang menerka kemungkinan faktor korosi mesin pesawat. Dari berbagai spekulasi dan analisis yang muncul, diperkirakan butuh waktu sampai dengan satu tahun untuk mengungkap kejadian ini. (AFP/Hops)

5 2 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x