Mengenai aturan tersebut, berikut beberapa kebijakan Ditjen Dikti:
1. Pembelajaran di perguruan tinggi pada semester genap diselenggarakan secara campuran (tatap muka dan dalam jaringan atau daring), disesuaikan dengan status dan kondisi setempat.
2. Masa belajar paling lama bagi mahasiswa tingkat akhir, dapat diperpanjang satu semester dan pengaturannya diserahkan kepada pimpinan perguruan tinggi sesuai dengan kondisi dan situasi setempat.
3. Masa periode pembelajaran semester genap tahun akademik 2020/2021 pada seluruh jenjang program pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Persiapan pelaksanaan pada poin 1 sampai 3 dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) setempat.
Perguruan tinggi diimbau agar tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus. Mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan serta masyarakat sekitar.
Selain itu, protokol kesehatan wajib diterapkan selama penyelenggaran pembelajaran tatap muka baik perkuliahan, praktikum, penelitian maupun bentuk pembelajaran lainnya.
Pihak perguruan tinggi diharapkan juga membantu mahasiswa yang melakukan pembelajaran dari rumah. Tujuannya agar capaian pembelajaran dapat tercapai secara baik. (ER/Kompas)
Halaman : 1 2

















