Suatu ketika, sebut saja si A bersama dengan jamaah lainnya akan berangkat ke acara maulid nabi.
Ia bertemu dengan Habib Syaikhon dan lantas menyapanya serta mengajaknya untuk ikut berangkat ke acara maulid tersebut.
“Habib, ayo kita ke Maulid, nanti kemalaman,” ujarnya.
Habib Syaikhon justru menjawab ajakan itu dengan marah-marah. ”Sudah sana berangkat! Heh Kiai. Ente aja duluan! Nanti ane nyusul. Berisik aja lo!” jawab Habib Syaikhon.
Namun, betapa kagetnya A ketika sampai di majelis melihat Habib Syaikhon sudah ada di sana berjejer di deretan jamaah terdepan bersama para habib dan ulama lainnya.
Si A ini kemudian hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala seperti tak habis pikir dengan apa yang dilihatnya barusan.
Habib Syaikhon pun menyalami para jamaah dan memeluk mereka sambil berkata, “Ahlan wa sahlan hehehe. Barokah afwan. Ane sampe duluan ente belakangan. Semuanya ayo, mari tafadhol.”
3. Datang ke Rumah Seorang Keluarga Miskin
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















