Pesawat Dibajak! Coba Alihkan Penerbangan ke Teluk Persia

- Publisher

Sabtu, 6 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

“Pelaku pembajakan” ditangkap setelah “pendaratan darurat pesawat di bandara Isfahan” di Iran tengah.

“Penumpang pesawat, yang dalam keadaan sehat, terbang ke tujuan (terakhir) mereka dengan penerbangan alternatif,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

Garda Revolusi Iran bertanggung jawab atas keamanan bandara dan wilayah udara Iran.

Iran Air memiliki tiga pesawat dalam armadanya, masing-masing berusia sekitar 30 tahun karena Iran tetap tidak dapat menjual pesawat internasional karena adanya sanksi.

BACA JUGA:  60 Tahun Tak Mandi, Amou Haji Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

Penerbangan domestik Iran dilaporkan selama menyertakan perwira udara bersenjata dari Garda tersebut. Ini dilakukan untuk mencegah upaya serangan atau pembajakan selama penerbangan.

Garda Revolusi Iran telah mengambil alih keamanan penerbangan pada 1980-an. Tepatnya setelah serangkaian insiden yang melibatkan kelompok oposisi Iran merebut pesawat dalam kerusuhan yang terjadi setelah Revolusi Islam 1979 di negara itu.

BACA JUGA:  Top, Pabrik Tempe Bakal Didirikan di Amerika Serikat

Dua percobaan pembajakan pesawat terakhir terjadi tahun 2000.

Pada September 2000, seorang pria bersenjatakan pistol palsu dan bom bensin berusaha untuk merebut sebuah Air Fokker 100 Iran. Pelaku berniat mengarahkan penerbangan itu ke Prancis.

Dia menyalakan api di atas pesawat dan kemudian ditahan, menurut laporan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Perselingkuhan Istri Terbongkar, Karena Kondom Tertinggal di Kelamin

Pada November 2000, empat bersenjata mencoba menyita sebuah pesawat Yakovlev YAK-40. Penerbangan dari maskapai Iranian Ariatour Airlines tersebut, diminta mengalihkan tujuan ke AS.

Para petugas penjaga udara juga menggagalkan upaya itu. Meski demikian upaya pencegahan itu mengakibatkan salah satu dari mereka tertembak dan dua lainnya ditikam. Seorang pramugari dan lima pembajak juga terluka, berdasarkan laporan FAA. (ER/Kompas)

Berita Terkait

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Berita Terbaru