[PROFIL] Moeldoko, Anak Petani Miskin Yang Reformasi TNI. Dari KSP Menuju 2024?

- Publisher

Minggu, 14 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moeldoko (ist)

Moeldoko (ist)

Meski lahir dari rahim kemiskinan yang sama, Moeldoko belakangan menyadari ada yang berbeda antara dirinya dan teman-teman kecilnya.

Sejak kecil, dia tampaknya punya nyali dan kemampuan komunikasi sesuai skala lingkungan yang dihadapi.

“Ini contohnya ya, waktu SD itu kepala sekolah dekat banget sama saya. Sering saya itu disuruh, ‘Moeldoko, belikan kerupuk.’ Ini soal komunikasi ya, seorang anak kecil bisa dekat dengan kepala sekolah seperti itu,” tutur Moeldoko.

Entah mengapa dan bagaimana, semasa kecil pun dia sering didapuk teman-temannya untuk banyak urusan, mulai dari kompetisi bola kampung. 

BACA JUGA:  Kubu Moeldoko Bikin Partai Baru, Namanya Demokrat Perjuangan?
Salah satu ekspresi lepas Kepala Staf Presiden, Moeldoko, dalam sesi wawancara khusus di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).(KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN)

Hal berbeda lain adalah soal sekolah. Dari satu kampungnya itu, hanya dua orang termasuk Moeldoko yang melanjutkan SMA ke kota.

Bukan periode yang gampang. Enggak ada ongkos sampai dikejar-kejar kondektur adalah salah satu cerita utama dari masa SMA-nya. 

Ke sekolah yang berjarak sekitar 35 kilometer dari rumahnya, waktu itu Moeldoko kerap “menumpang” angkutan umum, alias naik tanpa membayar. 

“Ya saking enggak punya duit,” kata dia.

BACA JUGA:  Pakar sebut Kemenkumham Akan Sahkan Demokrat Moeldoko

Kalau apes, kondektur menangkapnya. Buku pelajaran disita. Kepala sekolah lagi yang dimintai bantuan mengambil buku-buku itu ke stasiun. 

Soal keinginannya menjadi tentara pun berhadapan dengan kesulitan dan tantangan hidup selama SMA. Itu jadi satu fragmen penting tersendiri. 

“Waktu keterima (jadi taruna), semua enggak percaya. Moeldoko yang mana nih?” ujar Moeldoko tergelak mengenang hari-hari itu.

Hidup dirasa membaik begitu Moeldoko menempuh pendidikan militer. Setidaknya, dia bisa makan tiga kali sehari, apa pun yang harus dihadapi selama proses pendidikan.

“Begitu saya masuk ke Magelang, saya (berpikir), ‘Wah kok enak ya. Makan teratur, belajar teratur, pakaian semua ada. Dikasih uang saku, lagi.’ Bagi saya, itu sudah di surga,” ujar Moeldoko.

BACA JUGA:  Pengalaman 2 WNI Berhaji Ditengah Corona: Diperlakukan Seperti Raja, Gratis dan Dapat Hadiah

Dengan latar belakang kehidupan susah di masa kecilnya, semua tempaan selama menjalani pendidikan militer bukanlah persoalan besar. 

“Yang penting bisa sarapan, enggak pusing,” ujar Moeldoko soal hari-hari di sana yang penuh selingan berupa tempaan fisik dalam aneka bentuk tanpa kenal waktu. 

Hal-hal seperti ini yang mungkin tak dipahami oleh mereka yang menjalani masa kecil di keluarga relatif mapan.

Di sini pula, Moeldoko membuktikan diri bahwa anak miskin dari desa yang tak punya SMA itu bisa menjadi lulusan terbaik. Bengal sih tetap….

Hidup Yang Berjalan…

Berita Terkait

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri
KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah
Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam
Terpidana Kasus Quotex Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat Sejak 6 April 2026
Kepala BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Zat Narkotika Mengejutkan
LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026! Mahasiswa S1 Bisa Langsung ke S2, Ini Rincian Dana Lengkapnya
BRIN: Benda Terang di Langit Lampung dan Banten Sampah Antariksa
Berikut Ini Daftar ASN yang Tetap WFO oleh Mendagri
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:59 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Senin, 13 April 2026 - 16:18 WIB

KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 08:00 WIB

Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam

Jumat, 10 April 2026 - 06:21 WIB

Terpidana Kasus Quotex Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat Sejak 6 April 2026

Kamis, 9 April 2026 - 07:42 WIB

Kepala BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Zat Narkotika Mengejutkan

Berita Terbaru