Serma KKO Samuri menghembuskan napas terakhirnya pada usia 82 tahun saat sedang di rumahnya Surabaya, Jawa Timur. Sebelum meninggal, ia ini tengah mengalami penyakit stroke dan diabetes.

Kepergian Samuri menjadi duka bagi Korps Marinir yang kehilangan sosok prajurit yang memiliki sejarah atas perjalanan Indonesia.
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengatakan, amat berduka atas berpulangnya putera terbaik bangsa tersebut.
“Beliau adalah prajurit pejuang yang berdedikasi dan loyalitas tinggi yang patut diteladani bagi para generasi penerus,” ungkap Suhartono dikutip dari keterangan pers Dispen Kormar, Senin (26/7/2021).
Suhartono bersama pejabat Kormar sempat menjenguk Samuri beberapa waktu lalu. Saat itu Samuri sudah menderita stroke dan diabetes. Ia hanya terbaring di atas tempat tidur, namun masih bisa berkomunikasi secara verbal.
Samuri meninggalkan empat orang putri dan satu orang putra. Ia dimakamkan di TMP 10 Nopember Surabaya dengan upacara militer.
Pemakaman berlangsung pukul 15.00-16.00 WIB dengan menerapkan prokes ketat. Komandan Batalyon Marinir Howitzer 2 Marinir Mayor Marinir Kiagus Fauzan Azima, yang diwakili oleh Wakil Komandan Batalyon Howitzer 2 Marinir Mayor Marinir Arifin bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman itu.
Upacara pemakaman diawali dengan penghormatan senjata bersangkur dan tembakan salvo sebagai tanda hormat sekaligus penghargaan tertinggi untuk almarhum.
“Upacara tersebut dilaksanakan untuk menunjukkan kepedulian kepada sesepuh Korps Marinir, baik atasan maupun rekan kerja kepada setiap Keluarga Besar Korps Marinir TNI AL untuk selalu mempererat tali persaudaraan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian serta dedikasi yang diberikan kepada negara dan Angkatan Laut khususnya Korps Marinir,” tulis keterangan pers yang dikeluarkan oleh Dispen Kormar itu. (ER/HOPS)
Halaman : 1 2

















