Tradisi Seks Bebas Suku Kreung Kamboja, Setubuhi Gadis Perawan di Gubuk Cinta

- Publisher

Rabu, 10 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita dan pria suku Kreung di pondok cinta / Foto: unored.tv

Ilustrasi wanita dan pria suku Kreung di pondok cinta / Foto: unored.tv

INIKEPRI.COM – Dunia ini memang penuh tradisi unik di setiap negara, terutama dalam hal pernikahan.

Setiap suku memiliki praktik dan ritualnya sendiri. Demikian pula halnya dengan Suku Kreung di Kamboja yang mengikuti ritual sangat unik.

Orangtua sengaja membangun “gubuk cinta” bagi anak perawan mereka ketika mencapai masa pubertas antara 13-15 tahun.

Ayah mereka akan membangunkan gubuk berbahan bambu, yang terpisah jauh dari rumah keluarga sehingga mereka dapat bersosialisasi dan bereksperimen dengan anak laki-laki secara pribadi.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Kabupaten Lingga Nikmati Fasilitas Transportasi Menuju Masjidil Haram

Orang Kreung benar-benar menanamkan pesan kuat bahwa seks bebas atau sebelum menikah dapat diterima.

Ketika para gadis muda berusaha menemukan pria yang tepat untuk dinikahi. Gadis-gadis mengundang anak laki-laki yang mereka inginkan ke gubuk cinta untuk melakukan seks atau hanya berbicara tentang seks.

BACA JUGA:  Presiden Haiti Disiksa Sebelum Dibunuh, Lengan dan Kaki Patah

Anak laki-laki tidak agresif (mereka telah diajari bahwa perilaku hormat mereka terhadap anak perempuan akan memengaruhi keturunan keluarga mereka dan mereka menganggap tradisi ini dengan serius) dan membiarkan anak perempuan yang akan mengambil tindakan dalam tradisi tersebut.

Dalam karya Marie Claire 2011, Fiona MacGregor mengunjungi suku tersebut dan berbicara dengan gadis-gadis muda tentang kehidupan seks mereka dan tradisi “gubuk cinta”.

BACA JUGA:  Pasien COVID-19 di Singapura Mulai Didominasi Anak-anak

Semua gadis muda menegaskan tradisi seksual dilakukan secara mandiri, serta mendapatkan persetujuan dan kepercayaan orang tua mereka dalam mengambil keputusan mereka dan mengklaim bahwa pondok cinta memberikan mereka kesempatan untuk mencari tahu pria mana yang mereka ingin nikahi.

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru