Ini Asal Usul Kata Lebaran

- Publisher

Selasa, 3 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana lebaran. Foto: Istimewa

Suasana lebaran. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Setiap kali momentum hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, masyarakat Indonesia akan menyebutnya dengan perayaan Lebaran.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran didefinisikan sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Meskipun Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dirayakan semua umat muslim di dunia, istilah Lebaran ternyata hanya digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Hal ini jadi menimbulkan pertanyaan mendasar, yakni tentang mengapa masyarakat Indonesia menyebut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Lebaran? Dari mana sebenarnya asal usul atau asal mula kata ini dikenal oleh masyarakat Indonesia?

Terkait asal usul kata Lebaran ini ada berbagai versi yang menjelaskannya.

Meskipun masih belum ada pengakuan yang disepakati bersama, berikut beberapa cerita tentang asal usul kata Lebaran di Indonesia.

  1. Lebaran berasal dari tradisi Hindu

Dilansir dari Tribun Manado edisi 10 Mei 2021, dalam artikel yang ditulis oleh budayawan MA Salmun dan dimuat di majalah Sunda tahun 1954, istilah Lebaran berasal dari tradisi Hindu.

BACA JUGA:  Kemenkes : Rapid Test Paling Mahal Rp 150.000

Budayawan atau sastrawan ini dikenal juga dengan nama Sunda Ace Salmun Raksadikaria.

Menurut Salmun, kata Lebaran berasal dari tradisi Hindu yang artinya selesai, usai, atau habis. Dalam hal ini menandakan habisnya masa berpuasa di bulan Ramadhan.

Istilah ini kala itu diperkenalkan oleh para Wali, agar umat Hindu yang baru masuk Islam tidak merasa asing dengan agama yang baru dianut.

  1. Lebaran berasal dari kata ‘Lebar’ bahasa Betawi

Menurut ahli bahasa, Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Ibnu Hamad, akan kata Lebaran berasal dari kata Lebar yang artinya luas.

“Lebaran adalah metafora bagi orang saling mengikhlaskan, berlapang dada. Sekaligus metonimi bagi yang merayakan Idul Fitri dengan perasaan yang plong,” kata Ibnu dalam pemberitaan Kompas.com edisi 25 Mei 2020.

Dijelaskan Ibnu, kata ‘Lebar’ di sini diyakini berasal dari bahasa Betawi.

  1. Lebaran berasal dari kata ‘Lebar’ bahasa Jawa
BACA JUGA:  Tak Diketahui Banyak Orang, Ini Jejak Ngeri Listyo Sigit

Memiliki maksud yang sama dengan penyampaian para Wali, tetapi dengan kata yang sama dengan bahasa Betawi, asal usul kata lebaran lainnya diyakni berasal dari bahasa Jawa.

Ahli Bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta, Zamzani mengatakan, kata Lebaran berasal dari bahasa Jawa, yakni ‘Lebar’ yang artinya selesai.

“‘Lebar’ artinya ‘selesai’, ‘usai’, seperti pada lebar udan, lebar mangan, lebar subuh, lebar Senin. ‘Lebaran’ dapat berarti salah satunya melakukan/merayakan sesuatu saat sudah lebar,” kata Zamzani.

  1. Lebaran bukan berasal dari bahasa Arab

Pengamat bahasa Indonesia Ivan Lanin mengatakan, sejauh ini ia belum menemukan sumber autentik tertulis terkait asal kata Lebaran dan kapan kata itu mulai dipakai.

“Yang jelas, kata itu tidak dikenal dalam bahasa Arab dan bukan berasal dari bahasa itu,” kata Ivan, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (13/5/2021).

Namun, beberapa sumber tersier menuliskan bahwa kata itu kemungkinan berasal dari bahasa daerah.

BACA JUGA:  Pilih Lebaran di Rumah Sakit, Dokter: Takut Pasien Covid-19 Banyak

Ada empat bahasa daerah yang disebut menjadi asal kata Lebaran, yaitu bahasa Jawa “lebar” (selesai), bahasa Sunda “lebar” (melimpah), bahasa Betawi “lebar” (luas), dan bahasa Madura “lober” (tuntas).

“Konon juga, budayawan Umar Khayam menyatakan bahwa tradisi perayaan Lebaran dimulai pada abad ke-15 di Jawa oleh Sunan Bonang, salah seorang anggota Wali Songo,” jelasnya.

“Arti yang lain merupakan interpretasi. Saya belum menemukan sumber autentik. Etimologi atau asal kata memang kerap sulit ditelusuri,” tambahnya.

  1. Lebaran berasal dari bahasa lokal

Dari berbagai versi asal usul kata Lebaran untuk menyebutkan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha ini, Pusat Bahasa saat ini hanya bisa memastikan, bahwa kata Lebaran merupakan kata dasar yang berdiri dari suku kata, yakni le+ba+ran.

Namun yang jelas, kata “Lebaran” bukan kata serapan dari bahasa asing tapi bahasa lokal dan dipergunakan untuk merayakan hari besar agama Islam. Campuran yang indah antara Islam dan budaya setempat. (DI/KOMPAS)

Berita Terkait

Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Berita Terbaru