Pemko Tanjungpinang Siapkan Data Kependudukan Anak Panti Asuhan

- Publisher

Kamis, 21 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah mempersiapkan data kependudukan anak-anak yang tinggal di panti asuhan untuk memiliki kartu identitas yang jelas. Foto: Diskominfo kepri

Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah mempersiapkan data kependudukan anak-anak yang tinggal di panti asuhan untuk memiliki kartu identitas yang jelas. Foto: Diskominfo kepri

INIKEPRI.COM – Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah mempersiapkan data kependudukan anak-anak yang tinggal di panti asuhan untuk memiliki kartu identitas yang jelas.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan,S.Sos mengatakan bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri untuk mendata anak-anak yang ada di panti asuhan.

“Itu adalah hak dasar anak, berupa identitas. Kurang lebih ada 2.000 anak yang sekolah dan anak panti asuhan, Insha Allah kita lengkapi, “kata Hasan, Rabu (20/3).

BACA JUGA:  Melalui Program Stimulus Ekonomi, Pemko Tanjungpinang Akan Salurkan Bantuan Sembako kepada RT-RW dan Masyarakat Tidak Mampu

Tahap awal, lanjut Hasan akan diluncurkan sebanyak 500 kartu identitas untuk anak-anak panti asuhan. Sebenarnya persiapan untuk itu sudah lengkap.

BACA JUGA:

Pj Wako Hasan Kunjungi Dua Sekolah Peraih Penghargaan Adiwiyata

BACA JUGA:  Dapatkan Kekebalan Optimal, Anak Perlu Lengkapi Imunisasi Polio

“Kita ada 7.000 blangko kartu identitas anak itu sekarang. Tinggal mencetak saja dan harus disesuaikan serta diverifikasi, karena data itu nggak boleh salah,” terangnya.

Rencananya dalam waktu dekat akan diluncurkan secara simbolis. Pemerintah sebagai penyedia layanan publik harus mempersiapkan itu.

BACA JUGA:  Tanjungpinang Fest 2024 Dimajukan 4 Agustus, Menteri Sandiaga Uno Dijadwalkan Membuka Acara

“Selain itu kita juga bahas mengenai panti asuhan, takutnya ada yang tidak berizin dan khawatir dijadikan untuk hal-hal yang tidak diinginkan,” beber Hasan.

Panti asuhan sendiri, Hasan menambahkan juga ada standar aturanya. Jangan sampai keberadaan panti asuhan yang tidak berizin dan  disalahgunakan membuat nama Kota Tanjungpinang jadi tercemar. (DI)

Berita Terkait

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Berita Terbaru