Ingat Tempo Dulu? Pemerintah Rencana Hidupkan Lagi Perjalanan Laut ke Mekkah bagi Jemaah Haji dan Umrah

- Admin

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Ada kabar mengejutkan sekaligus nostalgia dari Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar.

Dalam sebuah acara peluncuran laporan ekonomi syariah di Kantor Bappenas, Selasa (8/7), ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan opsi lama yang sempat ditinggalkan: memberangkatkan jemaah haji dan umrah menggunakan kapal laut.

Ya, moda transportasi laut yang dulunya menjadi satu-satunya pilihan jemaah dari Indonesia sebelum era pesawat, kini sedang dilirik kembali. Menurut Menag, wacana ini sudah dibahas langsung dengan pemerintah Arab Saudi.

“Kami sudah berdiskusi dengan sejumlah pejabat Saudi Arabia. Mereka terbuka dengan ide tersebut, tinggal menunggu kesiapan fasilitas, termasuk Pelabuhan Jeddah yang sekarang sedang direnovasi,” ungkap Nasaruddin.

Baca Juga :  Perhatian! Indonesia Menutup Pintu Masuk WNA

Rencana ini tak hanya romantis secara historis, tapi juga strategis. Jika berhasil, kapal laut bisa menjadi alternatif bagi jemaah yang ingin mendapatkan pengalaman spiritual lebih mendalam selama perjalanan.

Wacana ini juga didukung oleh Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, yang menjelaskan bahwa konsep ini sebenarnya sudah dicoba negara tetangga.

“Malaysia sudah melakukannya. Bahkan kapal pesiar Islami sudah siap untuk perjalanan umrah. Sayangnya, kepemilikannya bukan milik Indonesia. Saya bilang ke Pak Menteri, ini peluang besar,” kata Sapta.

Sapta bahkan bercerita bahwa dahulu kakeknya menempuh perjalanan haji dari Lampung ke Makkah selama empat bulan melalui jalur laut. Sekarang, dengan teknologi modern, rute laut itu bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 12 hari saja.

Baca Juga :  Menag: Isra Mikraj Mengajarkan Pentingnya Menegakkan Salat

“Bayangkan, 12 hari di kapal pesiar Islami. Bukan cuma perjalanan, tapi juga pendidikan, ibadah, pelatihan halal lifestyle, dan pengalaman spiritual yang tak tergantikan. Biayanya? Sekitar Rp60 juta, tapi nilainya jauh lebih besar dari sekadar angka,” tambah Sapta.

Menag Nasaruddin mengamini ide tersebut sebagai sesuatu yang sangat prospektif, terutama untuk memperkaya pengalaman ibadah masyarakat Indonesia.

Tak bisa dimungkiri, moda kapal laut memang menyimpan sejarah panjang. Di masa lalu, jemaah haji dari Indonesia kerap berlayar selama berbulan-bulan menuju Tanah Suci. Bahkan, pada tahun 1964, Presiden Soekarno sempat mendirikan perusahaan PT Arafat untuk melayani pengangkutan jemaah haji lewat laut.

Baca Juga :  11 PPPK Kemenag Anambas Dilantik Serentak Nasional, Menag: ASN Harus Berkepribadian Bersih!

Namun sayang, PT Arafat akhirnya bangkrut dan gagal memberangkatkan jemaah pada 1976. Pemerintah pun resmi menghentikan pengangkutan haji via laut pada 1979 melalui SK Menteri Perhubungan.

Kini, setelah lebih dari empat dekade, wacana kapal laut untuk haji dan umrah kembali mencuat. Apakah ini akan menjadi babak baru dalam sejarah perjalanan ibadah umat Islam Indonesia?

Waktulah yang akan menjawab. Tapi yang pasti, wacana ini membangkitkan harapan, kenangan, sekaligus peluang besar dalam industri halal dan pariwisata religi nasional.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB