Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Dibuka hingga 15 Februari 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

- Publisher

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kabar baik bagi insan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10) Tahun 2026.

Program beasiswa bergengsi ini menawarkan kesempatan menempuh pendidikan magister selama dua tahun di dua negara. Penerima beasiswa akan menjalani satu tahun perkuliahan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, serta satu tahun berikutnya di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL), University of Canberra, Australia.

Komitmen Kolaborasi Internasional

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa program double degree ini merupakan pengembangan dari skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dengan sistem co-funding yang diharapkan LPDP.

BACA JUGA:  Pakai Aplikasi FaceApp, Pria ini Malah Ditawar. Saking Cantiknya!

“Program Beasiswa Magister Gelar Ganda ini adalah bentuk komitmen strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan keunggulan akademik, serta menyiapkan kepemimpinan masa depan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Kamaruddin, dikutip Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan, kemitraan dengan universitas terkemuka di Australia, termasuk University of Canberra, membuka ruang besar bagi pengembangan kapasitas akademisi Indonesia sekaligus memperluas jejaring global.

“Kesempatan ini sangat strategis bagi keluarga besar Kementerian Agama. Beasiswa S2 Double Degree tidak hanya mengembangkan karier personal, tetapi juga memperkuat kualitas lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia,” tegasnya.

Sasar Pendidik hingga Pegawai Kemenag

Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori menjelaskan bahwa beasiswa ini ditujukan bagi keluarga besar Kementerian Agama, meliputi pendidik, tenaga kependidikan, dosen, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), serta pegawai Kemenag.

BACA JUGA:  Kisi-Kisi Soal Kelas 12, Baca Disini Agar Mudah dalam Hadapi Ujian

Ia mendorong civitas academica di bawah Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Pusat Layanan Pendidikan Konghucu, untuk mempersiapkan diri secara optimal.

“Program ini kami harapkan menjadi bagian dari kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris yang unggul, berdaya saing internasional, dan siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan keagamaan,” kata Ruchman.

Jadwal dan Tahapan Seleksi

Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id.

Tahapan seleksi meliputi:

  • Seleksi administrasi
  • Tes bakat skolastik
  • Wawancara oleh Kementerian Agama
  • Seleksi lanjutan oleh Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus

Syarat Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree 2026

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi calon pendaftar, antara lain:

BACA JUGA:  Bayi Baru Lahir? Begini Cara Daftar dan Aktivasi BPJS Kesehatannya

1. Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, atau alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK);
2. Berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026;
3. Lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3,00 (skala 4,00);
4. Belum pernah dan tidak sedang menempuh pendidikan Magister (S-2);
5. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500;
6. Memperoleh surat rekomendasi dari instansi terkait atau akademisi/tokoh masyarakat;
7. Tidak sedang menerima beasiswa atau pembiayaan pendidikan dari sumber lain;
8. Menyusun personal statement/motivation essay;
9. Menyusun rencana studi (study plan);
10. Tidak sedang atau berencana mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama proses dan masa beasiswa;
11. Menyetujui seluruh pernyataan komitmen dan integritas dalam aplikasi pendaftaran.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Program MBG Disorot, BGN Pastikan Bayi 0-6 Bulan Tidak Diberi Susu Formula
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya
Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:37 WIB

Program MBG Disorot, BGN Pastikan Bayi 0-6 Bulan Tidak Diberi Susu Formula

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Senin, 4 Mei 2026 - 08:18 WIB

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

Berita Terbaru